Dua Warga AS Ada di Pesawat Germanwings yang Jatuh di Prancis
Rabu, 25 Maret 2015 | 20:07 WIB
CEO Germanwings Thomas Winkelmann mengatakan dua warga Amerika Serikat (AS) berada dalam pesawat Germanwings yang jatuh di pegunungan Alpen, Prancis, Selasa.
Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan kepada wartawan seorang warga Amerika berada di pesawat itu. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum mengonfirmasi bahwa ada warga Amerika di pesawat tersebut.
Pesawat Germanwings yang membawa 150 orang, termasuk dua bayi, jatuh di pegunungan Alpen di selatan Prancis.
Presiden Prancis Francois Hollandde mengatakan, "tampaknya tidak ada yang selamat."
Tim pencari kembali ke lokasi kejadian hari ini. Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan kotak hitam perekam suara dari pesawat itu rusak. Meski demikian, pejabat Bernard Cazeneuve, mengatakan informasi dari perekam tetap harus diambil.
CEO Lufthansa, pemilik Germanwings, mengatakan analisis keseluruhan terhadap perekam suara diharapkan selesai dilakukan, Kamis. Tapi Brice Robin, penuntut umum dari Marseille, mengatakan pada BFM TV bahwa hasil analisis dari kotak hitam bisa memakan waktu beberapa hari.
Helikopter polisi melanjutkan pecarian di lokasi jatuhnya pesawat itu Rabu pagi.
Xavier Roy, koordinator penyelamatan udara Prancis, mengatakan kepada ABC News bahwa tidak ada tubuh korban yang diambil dari gunung hari ini, dan penyelidikan di lokasi kejadian akan makan waktu seminggu. Tidak seperti lokasi kecelakaan lainnya, kata dia, tidak ada yang banyak ditemukan dari lokasi kejadian itu.
"Ketika Anda pergi ke lokasi kecelakaan, Anda berharap mengenali bagian-bagian dari pesawat," katanya. "Sayangnya, di sini Anda tidak melihat apa-apa -- hanya puing-puing yang tersebar."
Dia menyebutkan, prioritas utama adalah menemukan korban dan kotak hitam kedua.
Selain 72 warga Jerman, 35 warga Spanyol dan dua warga Amerika di pesawat itu, kata Winkelmann, ada dua orang korban masing-masing dari Australia, Argentina, Iran dan Venezuela. Satu korban masing-masing dari Inggris, Belanda, Kolombia, Meksiko, Jepang, Denmark, Belgia dan Israel. Daftar ini belum final karena perusahaan masih berusaha menghubungi keluarga 27 korban.
Winkelmann mengatakan pada beberapa kasus kewarganegaraan korban tidak jelas karena kemungkinan memiliki dua kewarganegaraan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




