DKI Akan Gunakan Tenaga Surya untuk Lampu Jalan

Kamis, 26 Maret 2015 | 18:02 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (Suara Pembaruan/Deti Mega P)

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menggunakan tenaga surya untuk lampu jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) dan mendaur ulang sampah menjadi energi terbarukan. Hal itu dilakukan untuk penghematan energi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan untuk mewujudkan rencana itu, Pemprov DKI akan bekerja sama dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dalam penggunaan energi terbarukan.

"Tahap awalnya, kami akan lakukan penggunaan tenaga surya untuk lampu jalan dan traffic light. Kami akan gunakan tenaga surya untuk lampu-lampu kota, termasuk taman kota," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (26/3).

Sebab, lanjutnya, saat ini, untuk menghidupkan lampu jalan dan lalu lintas, Jakarta masih bergantung pada sumber daya yang non renewable resources (energi tak terbarukan) seperti batu bara dan minyak sehingga harus diganti dengan daur ulang sampah, matahari, air, dan biotermal.

Dengan energi terbarukan dari tenaga surya dan sampah bisa menyumbang 23 persen energi yang dibutuhkan oleh Jakarta. Nantinya Jakarta bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam penggunaan energi terbarukan.

"Kami harapkan apa yang Jakarta lakukan bisa menjadi proyek percontohan. Karena apa yang dilakukan di Jakarta itu akan mudah diaktivasi di daerah lain. Saat ini, kami fokus pada sampah sama tenaga surya," ujarnya.

DEN juga menyarankan sampah di ibu kota yang volumenya mencapai 6.500 ton per hari bisa diolah untuk menjadi minyak. Namun, hal ini harus mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab saat ini, warga masih belum bisa membiasakan diri untuk memilah sampah organik dan non organik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Haris Pindratno menyatakan sangat mendukung penggunaan energi terbarukan. Karena itu bisa mengurangi penggunaan energi fosil yang tidak bisa diperbaharui.

"Ini salah satu cara kami mempunyai cadangan energi. Sehingga kedepan kita tidak tergantung pada energi fosil," kata Haris.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon