46% Wisatawan Indonesia Tambah Anggaran Liburan

Minggu, 29 Maret 2015 | 01:59 WIB
AM
FH
Penulis: Abdul Muslim | Editor: FER
Ilustrasi liburan.
Ilustrasi liburan. (Ist/Ist)

Di tengah daya beli yang tengah menurun terutama karena nilai tukar rupiah melemah, hampir setengah dari calon wisatawan Indonesia yang disurvei justru menyatakan akan menambah anggaran liburan tahun 2015. Sementara itu, keinginan berlibur ke luar negeri juga meningkat, walaupun pilihan tujuan wisata lokal masih mendominasi.

Trip Advisor bersama firma penelitian Ipsos telah menyurvei terhadap lebih dari 44.000 respon dari wisatawan dan sektor perhotelan di dunia, termasuk di dalamnya 594 responden dari Indonesia pada periode 16 Januari – 2 Februari 2015. Laporan yang diberi titel Global Travel Economy Trip Barometer itu menyoroti tren wisata di tingkat negara, wilayah, dan dunia. Penelitian secara online tersebut juga menggali rencana belanja dan perjalanan masyarakat, serta kepercayaan diri pengusaha hotel.

CMO Trip Advisor Barbara Messing menuturkan, laporan Trip Barometer memberikan gambaran positif terhadap prospek bisnis perjalanan tahun ini. Apalagi, ada kemungkinan dua kali lebih besar bagi wisatawan untuk menambah anggaran berlibur tahun 2015 dibandingkan yang ingin mengurangi.

"Semua orang ingin melakukan lebih banyak perjalanan ke luar negeri, dan Australia, Italia, dan terus jadi destinasi favorit, berada di daftar teratas tujuan wisata impian dunia," ujar Barbara Messing, dalam keterangannya, baru-baru ini.

Naikkan Anggaran

Di seluruh dunia, dua dari lima wisatawan berencana menambah anggaran berlibur mereka untuk tahun 2015 dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 41 persen dari wisatawan dunia berencana untuk menaikkan anggaran wisata tahun 2015, dan hanya 23 persen yang akan menurunkan belanja mereka.

Sementara itu, hampir setengah (46 persen) dari wisatawan Indonesia akan menaikkan anggaran perjalanan tahun 2015. Dari mereka, hampir 60 persen mengindikasikan melakukannya karena merasa berlibur merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan, atau hak yang perlu didapatkan bagi keluarga mereka.

Hanya 19 persen dari wisatawan Indonesia yang mengatakan akan mengurangi pengeluaran wisata mereka. Hampir setengah dari mereka berkata bahwa perubahan dalam keluarga atau situasi perkawinan sebagai alasan utama di balik penurunan anggaran perjalanan.

Wisatawan Indonesia menghabiskan anggaran rata-rata Rp 30,84 juta untuk berlibur tahun 2013. Selanjutnya, tahun 2014, jumlahnya meningkat 4 persen mencapai Rp 32,15 juta. Sedangkan tahun 2015, nilainya meningkat lagi menjadi Rp 36,01 juta, walaupun masih di bawah rata-rata anggaran perjalanan dunia. Untuk liburan di dalam negeri, wisatawan Indonesia mengeluarkan dana rata-rata Rp 22,68 juta per orang untuk tahun ini.

Ke Luar Negeri
Wisatawan Indonesia juga berencana untuk melakukan lebih banyak perjalanan ke luar negeri dengan jumlah rata-rata peningkatan 25 persen untuk tahun 2015. Persensate tersebut melebihi rata-rata tingkat dunia yang hanya sebesar 15 persen.

Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat merupakan tiga negara tujuan wisata impian bagi wisatawan Indonesia dalam 24 bulan mendatang, jika uang tidak menjadi masalah. Hampir tiga dari empat wisatawan Indonesia (72 persen) berkata menabung untuk liburan impian dan 54 persen menunggu sampai mereka punya waktu lebih untuk mengeksplorasi tujuan wisata dengan sempurna.

"Nilai tukar mata uang (rupiah) terbaru juga jadi penghalang bagi satu dari lima (20 persen) wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi tujuan wisata impian mereka," tambah Barbara.

Sementara itu, jika diperbandingkan, wisatawan dari Turki, India, dan Selandia Baru menunjukkan peningkatan terbesar dalam jumlah rata-rata perjalanan internasional yang mereka rencanakan tahun ini.

Sebaliknya, wisatawan Rusia, Thailand, dan Austria menurunkan jumlah rata-rata perjalanan internasional untuk tahun 2015. Secara global, perjalanan domestik melebihi perjalanan internasional, karena hampir 60 persen dari perjalanan yang direncanakan tahun 2015 adalah untuk tujuan wisata domestik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon