Pemkot Bogor Libatkan Komunitas untuk Kelola Taman

Senin, 30 Maret 2015 | 02:27 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Ilustrasi taman
Ilustrasi taman (Istimewa)

Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, melibatkan sejumlah komunitas untuk ikut merawat taman yang ada di kota tersebut agar tidak rusak dan hancur oleh tangan-tangan jahil.

"Kami gandeng komunitas-komunitas untuk ikut terlibat merawat dan memelihara taman. Kami juga meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang memiliki tupoksi untuk membina komunitas ini," kata Wali Kota Bima Arya Sugiarto dalam peluncuran Taman Skateboard di Lapangan Sempur, Minggu (29/3).

Saat ini, kata Bima, sudah ada taman yang pengelolaan dan perawatannya diserahkan ke salah satu komunitas, yakni Taman Skateboard yang dikelola oleh Komunitas Bogor Independent Skateboard.

Menurut Bima, langkah tersebut dilakukan karena jumlah taman yang terus bertambah, sementara jumlah petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan tidak memadai untuk fokus merawat dan memelihara taman yang ada.

"Upaya membangun taman tidak dibarengi dengan perawatan, aksi vandalisme masih terjadi, kita bekerja keras membangun taman, tetapi tidak siap merawat bersama-sama akan sia-sia saja," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemkot setempat akan membangun sejumlah taman baru, seperti Taman Ekspresi dan Taman Kuliner di Lapangan Sempur, Taman Gravity di Bang Barung, Taman pembibitan di Lapangan Heulang, Taman Air Mancur, dan Taman Haritage di Taman Kencana.

"Kita ingin semua taman nanti ada komunitas yang dilibatkan untuk merawat dan memeliharanya, seperti Taman Air Mancur nantinya, dan taman-taman lainnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Yadi Karyadi mengatakan bahwa dalam merawat dan mememlihara taman tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada komunitas, dan tidak sembarangan komunitas yang dilibatkan.

"Harus ada konsep kerja sama yang jelas, apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab komunitas dalam mengelola dan merawat taman," kata dia.

Dari pengalaman yang ada, kata dia, saat perawatan Taman Kencana diserahkan kepada salah satu komunitas yang terjadi dicat sembarangan hingga merusak estetika dari taman tersebut.

"Upaya kami merawat taman dengan membuat semacam tulisan untuk menjaga taman, serta sosialisasi dalam bentuk template," katanya.

Yadi menambahkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat dalam mejaga dan memelihara kawasan publik yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota Bogor masih menjadi tantangan.

Taman persimpangan jalan yang ada di depan rumah dinas wali kota juga menjadi sasaran tangan jahil untuk merusak lampu tulisan Bogor yang dibangun sebulan lalu.

"Salah satu lampu tulisan Bogor dirusak. Inikan ada maksud-maksud tertentu kenapa yang dirusak hanya huruf G-nya saja, jadi kalau dibaca jadinya bocor," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon