"Kolaborasi" Bir dan Bakteri Bisa Jadi Gaun Indah

Kamis, 2 April 2015 | 14:51 WIB
MN
B
Penulis: Mutia Nugraheni | Editor: B1
Gaun karya Gary Cass dan Donna Franklin terbuat dari bir.
Gaun karya Gary Cass dan Donna Franklin terbuat dari bir. (Telegraph)

Sutra, katun, tulle atau bahan lainnya lazim dijadikan bahan untuk membuat gaun. Namun siapa sangka selain kain-kain halus, bir dan bakteri juga bisa jadi material untuk membuat gaun.

Seperti yang dilakukan seorang creative scientist Gary Cass, dan perancang busana asal Australia, Donna Fraklin. Keduanya mengolah bakteri dan bir menjadi bahan pakaian yang teksturnya mirip dengan bahan katun.

"Kami menambahkan bakteri yang disebut Acetobacter pada bir. Bakteri ini bersifat alami, tak beracun dan tak memicu infeksi," kata Cass.

Untuk membuat bahan, Acetobacter dituangkan pada bir cair. Nantinya bakteri akan mengubah sifat cair pada bir menjadi berbentuk serat-serat yang solid. Cass menyebut serat hasil "perkawinan" bakteri dan bir dengan nanollose microbial cellulose.

Serat tersebut lalu diolah menjadi material bahan atau kain yang lalu digunakan untuk membuat gaun. Donna Fraklin lalu membuat desain gaun yang pas dengan tekstur dan sifat bahan.

Hasilnya berupa gaun putih dengan model tube dress. Detail bulat-bulat diberikan pada bagian bawah gaun sebagai gambaran busa-busa pada bir. Bentuknya cukup cantik. Tak terlihat kalau gaun tersebut dari bahan yang unik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon