Kemhub Segera Bangun Bandara di 57 Lokasi Rawan Bencana

Jumat, 3 April 2015 | 12:09 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Pesawat milik maskapai Sriwijaya Air saat dipandu untuk parkir di apron Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta, Senin (16/2).
Pesawat milik maskapai Sriwijaya Air saat dipandu untuk parkir di apron Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta, Senin (16/2). (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Untuk membuka akses terhadap transportasi udara, tahun 2015 Kementerian Perhubungan telah menyiapkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk pembangunan 14 bandara baru. Dana tersebut juga digunakan untuk membangun bandara di 57 lokasi rawan bencana dan 49 lokasi terisolir yang perlu dibangun bandara.

"Dana Rp 11 triliun tersebut akan digunakan untuk pembangunan bandara sepanjang tahun 2015. Namun sampai tahun 2019, total dana yang sudah kami siapkan sebesar Rp 71 triliun," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo di pembukaan "Garuda Indonesia Travel Fair 2015", Jakarta, Jum'at (3/4).

Sebanyak 57 lokasi rawan bencana yang akan dibangun bandara tersebut berada di pulau Sumatera sisi Barat, pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua. "Tahun 2015 ini, rute penerbangan perintis juga akan ditambah menjadi 217 rute yang melayani 28 provinsi," ujar Suprasetyo.

Pemerintah Indonesia menurutnya juga telah melakukan perjanjian kerjasama di sektor angkutan udara dengan 76 negara. Lewat kerjasama ini, diharapkan badan usaha angkutan udara nasional dapat memanfaatkannya dengan membuka rute penerbangan langsung ke 76 negara tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon