APBD DKI 2015 Belum Disahkan, Hibah 6 Truk Sampah ke Bekasi Tertunda

Sabtu, 11 April 2015 | 08:44 WIB
MN
B
Penulis: Mikael Niman | Editor: B1
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengendarai truk sampah yang dihibahkan Pemprov DKI Jakarta menuju kantor Wali Kota Bekasi, Bekasi Selatan, Rabu (14/1).
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengendarai truk sampah yang dihibahkan Pemprov DKI Jakarta menuju kantor Wali Kota Bekasi, Bekasi Selatan, Rabu (14/1). (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat memastikan adanya keterlambatan pemberian truk sampah hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan keterlambatan penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2015.

"Keterlambatan itu (penetapan APBD), kita kena dampaknya. Bantuan truk sampah harus ditunda dulu," ujar Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdilah, Bekasi, Sabtu (11/4).

Dia mengatakan, pemberian truk sampah kepada Pemkot Bekasi harus menunggu pembelian truk sampah baru oleh Pemprov DKI. Apabila Pemprov DKI sudah membeli truk sampah baru, hibah ke Bekasi baru bisa dilakukan. Saat ini APBD DKI belum juga ditetapkan, sehingga belum dapat digunakan untuk pembelian armada truk baru.

Dengan penambahan enam unit truk sampah ini, kata dia, Dinas Kebersihan Kota Bekasi sangat terbantu dalam penangkutan sampah masyarakat, yang kini mencapai 70 meter kubik per harinya.

Sebelumnya, sampah yang diproduksi oleh masyarakat Kota Bekasi sebanyak 500 ton per hari. Namun, ada 5.000 meter kubik yang tidak terangkut.

"Apabila truk sampah dari DKI Jakarta sudah diberikan, armada ini dapat mengurangi jumlah volume sampah yang tidak terangkut," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi, Lumban Toruan, mengatakan, tidak ada alasan lagi Dinas Kebersihan Kota Bekasi lamban mengangkut sampah dari masyarakat, karena sudah ada penambahan truk sampah dari DKI.

"Ini sangat membantu untuk meminimalisir volume sampah hingga ke TPA (tempat pembuangan sampah)," katanya.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi mesti memperhatikan lokasi penampungan akhir TPA Sumurbatu, Bantargebang yang semakin sempit. "Perlu dicarikan solusinya juga, lahan TPA semakin sempit," imbuhnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon