Rencana BEM Jatuhkan Jokowi Ditentang Sebagian Mahasiswa
Senin, 13 April 2015 | 17:16 WIB
Jakarta - Seruan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia yang akan menggelar aksi serentak dengan agenda menurunkan Presiden Joko Widodo pada 20 Mei mendatang ditolak oleh aktivis pemuda dan mahasiswa lainnya.
Penolakan itu disampaikan Mahasiswa Kelompok Cipayung (MKC) yang terdiri dari beberapa organisasi. Diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Menurut Ketua GMKI Bandung dan Koordinator Kelompok Cipayung, David Sitorus, aksi unjuk rasa yang diserukan BEM, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, tidak sepaham dengan pemikiran MKC.
"Setelah melakukan diskusi dengan teman-teman kami sepakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih santun seperti berdialog," ujar David, dalam keterangannya, Senin (13/4).
David menegaskan fungsi kontrol dari mahasiswa memang harus ada. Tapi isu penurunan Jokowi, bagi MKC, cenderung reaksioner dan rawan dipolitisasi.
"Kami tidak mau masuk jebakan. Bagi kami aksi unjuk rasa itu sangat reaksioner tanpa kajian yang mendalam dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat," tegasnya.
David mengaku pihaknya khawatir, langkah yang dilakukan BEM, sangat rawan jebakan dan penyusupan serta politisasi dari pihak-pihak tertentu.
"Bagi kami yang terpenting bukan siapa presidennya, tetapi bagaimana negara itu ada di saat rakyat membutuhkan," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




