Martina Berto Hanya Manfaatkan Jamu Saintifik
Kamis, 16 April 2015 | 02:41 WIBJakarta - PT Martina Berto yang memproduksi kosmetik dan jamu dengan merek "Sariayu Martha Tilaar" menyatakan hanya memanfaatkan jamu saintifik untuk produk jamu yang diproduksinya demi keamanan konsumen.
"Untuk jamu, kami menggunakan jamu dari Tawangmangu scientific base, kami hanya berani membuat yang itu," kata Direktur Research and Development PT Martina Berto, Nuning Barwa di Jakarta, Rabu (15/4).
Nuning menuturkan, hal itu untuk menunjukkan kosmetika tradisional yang dianggap kuno dan tidak ilmiah terbukti khasiatnya melalui pembuktian yang saintifik.
Untuk itu, pihaknya mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah menyelenggarakan program saintifikasi jamu sejak tahun 2010 yang bertujuan membuktikan keamanan, khasiat serta mutu dari seluruh ramuan tanaman obat berbasis etnis di Indonesia.
Selama ini, kata dia, perusahaan yang didirikan sejak 1977 itu mendorong pemanfaatan produk hortikultura untuk pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat oleh masyarakat dan mendorong peningkatan kesadaran pentingnya konsumsi melalui Kampoeng Djamoe Organik.
Menurut dia, pihaknya juga selalu memadukan kearifan lokal dan pengetahuan leluhur dengan ilmu pengetahuan untuk mendukung kelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Tanah Air.
Dua pekan lalu Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan lima jamu yang telah melalui program saintifikasi dan terbukti aman serta berkhasiat untuk dikonsumsi.
Jamu sebagai tradisi dan budaya kesehatan tradisional sudah diakomodasi dalam sistem kesehatan nasional melalui Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan PP nomor 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




