OJK Setujui 11 Aksi Korporasi
Kamis, 16 April 2015 | 10:33 WIB
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan pernyataan efektif terhadap 11 aksi korporasi perusahaan. Kesebelas aksi tersebut antara lain empat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), lima Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), satu emisi sukuk, dan satu Penawaran Umum Terbatas I pada kuartal II-2015.
Keempat perusahaan yang telah mendapatkan pernyataan efektif dalam rangka IPO adalah PT Puradelta Lestari, anak usaha Sinarmas Land, PT PP Properti, anak usaha PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Mega Manunggal Property, dan PT Merdeka Copper Gold, anak usaha Grup Saratoga.
"Hingga 13 April, empat perusahaan ini telah masuk ke OJK untuk rencana IPO. Target mereka sebelum Juni 2015," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK M Noor Rachman di Jakarta, Rabu (15/4).
Noor Rachman belum dapat mengatakan rincian target raihan dana IPO ataupun jumlah saham yang akan dilepas ke publik dari empat perusahaan tersebut.
Namun, berdasarkan catatan Investor Daily, Puradelta Lestari berencana melepas hingga 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan membidik dana IPO sekitar Rp 2,22 triliun-Rp 2,77 triliun.
Sementara PP Properti melepas 30 persen-35 persen saham kepada publik dengan target perolehan dana sekitar Rp 1,5 triliun-Rp 1,7 triliun. Sedangkan Merdeka Copper Gold akan melepas 20 persen saham ke publik.
Noor Rachman menjelaskan, untuk lima perusahaan yang telah mendapatkan pernyataan efektif dalam rangka PUB adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indomobil Finance Indonesia, PT Federal International Finance, dan PT Manunggal Multi Finance, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Investor Daily mencatat, Telkom akan menggelar PUB I dengan target Rp 12 triliun. Untuk tahap pertama, perseroan akan menerbitkan sekitar Rp 5-6 triliun. PT Bahana Securities ditunjuk sebagai salah satu penjamin emisi penerbitan obligasi tersebut.
Sementara itu, Indomobil Finance Indonesia, anak usaha PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) berencana menerbitkan PUB II tahap I senilai Rp 500 miliar. Penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan II dengan target dana hingga Rp 3 triliun dalam kurun waktu tiga tahun.
Obligasi yang ditawarkan tersebut diterbitkan ke dalam tiga seri. Obligasi seri A dengan jangka waktu satu tahun memiliki kupon bunga sebesar 9 persen-9,6 persen. Sementara, seri B memiliki jangka waktu tiga tahun dengan kupon bunga 10 persen-10,6 persen. Terakhir, yakni obligasi seri C dengan kupon bunga 10,15 persen-10,80 persen berlaku hingga empat tahun.
Presiden Direktur Indomobil Finance Jusak Kertowidjojo pernah mengatakan, penerbitan obligasi juga merupakan upaya perseroan dalam menggalang dana eksternal hingga Rp 3,61 triliun. "Komposisi terbesar selama ini dari obligasi dan pinjaman sindikasi sekitar 60-70 persen dari total pendanaan," ujar dia.
Lebih lanjut, perusahaan pembiayaan milik grup Astra, PT Federal International Finance (FIF) berencana menerbitkkan PUB II tahap I tahun 2015 dengan jumlah pokok maksimum Rp 3 triliun. Obligasi berkelanjutan itu merupakan bagian dari target penerbitan obligasi hingga Rp 10 triliun.
PUB II tahap I itu akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki jangka waktu 370 hari dengan jatuh tempo pada 3 Mei 2016. Kemudian, seri B memiliki jangka waktu 3 tahun dan akan jatuh tempo pada 23 April 2018. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulanan.
Adapun pengembang properti Summarecon Agung berencana menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah senilai total Rp 300 miliar. Obligasi dan sukuk ijarah tersebut akan jatuh tempo pada 22 April 2018.
Obligasi dan sukuk tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Summarecon Agung dengan target dana sebesar Rp 1,4 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan target sebesar Rp 600 miliar.
Selain itu, anak usaha PT Bank Negara Indonesia (BBNI), yakni PT BNI Syariah tengah menawarkan sukuk mudharabah dengan tingkat kupon 8,75 persen hingga 9,75 persen. Surat utang ini bertenor 3 tahun dengan nilai target emisi sebanyak-banyaknya Rp 750 miliar.
Di sisi lain, untuk rencana PUT, PT Reliance Securities Tbk (RELI) akan menerbitkan menerbitkan 900 juta saham baru dengan nominal Rp 100 per lembar dan harga penawaran Rp 445 per saham. Perseroan membidik raihan dana rights issue senilai Rp 400,5 miliar. Reliance Capital Management (RCM) sebagai pemegang saham mayoritas Reliance Securities sekaligus induk usaha akan menjadi pembeli siaga apabila saham baru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




