Kepala Sekolah SMA 3 Terancam Dipecat

Jumat, 17 April 2015 | 18:28 WIB
LT
IC
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: CAH
Ilustrasi Ujian Nasional berbasis komputer
Ilustrasi Ujian Nasional berbasis komputer (Antara/Muhammad Iqbal)

Jakarta - Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, Retno Listyarti terancam dipecat atau dicopot dari jabatannya. Penyebabnya,  Retno tidak berada di sekolahnya saat Ujian Nasional (UN) berlangsung, malahan berada di SMA 2 saat Presiden Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan untuk pemberian sanksi kepada Retno akan diputuskan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Namun pastinya, Retno akan diberikan sanksi tegas karena dinilai telah lalai dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

"Dinas Pendidikan yang putuskan. Tapi pasti akan dikasih sanksi. Dia datang nggak pakai seragam, masih pegang organisasi. Anda kepala sekolah lho, bukan cuma guru lho," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (17/4).

Meski Retno masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tersebut, Basuki menegaskan Retno masih menjabat sebagai kepala sekolah. Sehingga dia tidak boleh meninggalkan kewajibannya sebagai kepala sekolah.

"Sekarang kalau kita bicara pengurus Sekjen, sekarang organisasi di Indonesia itu mana ada sih yang tunggal? Betul nggak? Kalau anda mau jadi Sekjen berhenti saja dari kepala sekolah. Iya kan," ujarnya.

Ditegaskannya, Retno harus dipecat dari jabatannya kalau dia lebih mementingkan jabatannya sebagai Sekjen FGSI. Mantan Bupati Belitung Timur ini akan menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera memecat Retno.

"Ya memang mesti dia dipecat dari kepala sekolah. Dinas akan lakukan, saya instruksikan. Bukan saya yang pecat, dinas yang bisa," tegasnya.

Seperti diketahui, Kepala Sekolah SMAN 3 Retno Listyarti diketahui tidak berada di sekolahnya saat penyelenggaraan Ujian Nasional (UN), Selasa (14/4/2015) ini. Saat itu, Retno justru berada di SMA 2 saat Presiden Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melakukan tinjauan penyelenggaraan UN. Di SMA 2, Retno juga terlihat melakukan sesi wawancara dengan salah satu televisi swasta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan seharusnya kepala sekolah berada di sekolahnya masing-masing untuk mengawasi peserta didiknya yang sedang menghadapi UN. Karena itu, dia akan memberi sanksi kepada Retno.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI ini yakin Gubernur DKI tidak sepakat dengan sikap kepala sekolah yang justru keluyuran saat pelaksanaan UN.

"Bayangkan saja. Masa anak didiknya sedang menghadapi ujian yang penting, kepala sekolahnya malah tidak ada ditempat. Saya kira Gubernur menyatakan tidak suka dengan kondisi seperti itu. Kami pasti akan berikan sanksi, teguran," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon