Ketika Diculik, Thalib Abbas Makan Pakai Uang Sendiri

Senin, 20 April 2015 | 20:17 WIB
BM
JS
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: JAS
Korban Thalib Abbas (pakai kopiah putih) berjalan bersama anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menuju Posko Pengamanan KAA, di JCC, Senayan, Jakarta.
Korban Thalib Abbas (pakai kopiah putih) berjalan bersama anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menuju Posko Pengamanan KAA, di JCC, Senayan, Jakarta. (Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)

Jakarta - Korban Thalib Abbas, tersenyum semringah saat dua anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggandengnya, setelah berhasil dibebaskan dari tangan para pelaku penculikan.

Thalib yang mengenakan kemeja putih bergaris coklat, berpadu celana bahan berwarna coklat dan kopiah putih, berjalan perlahan menghampiri Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono, di Posko Pengamanan Konfrensi Asia Afrika (KAA), di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat.

"Terima kasih banyak Pak Polisi. Alhamdulillah saya sudah bebas. Walaupun keadaan fisik saya kurang sehat karena tekanan," ujar Thalib kepada Unggung, Senin (20/4) sore.

Dikatakan Thalib, dirinya diculik sekelompok orang di rumahnya, di Cluster de'Hill, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (14/4) lalu.

"Saya diculik habis Salat Isya. Ditutup mata, jadi tidak tahu dibawa ke mana sampai enam hari," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pelaku sempat melakukan pemukulan kepadanya dan mengancam.

"Jadi ada utang Rp 100 juta. Saya enggak sanggup bayar. Utangnya berbunga. Kalau tidak bayar utang, anak-anak saya akan dihabisi. Saya sempat dipukul pakai tangan kosong," bilangnya.

Menurutnya, pada saat diculik kondisinya sempat turun hingga tidak bisa jalan.

"Alhamdulillah, kondisi saya sudah baik. Emang kondisi badan turun. Sebelumnya enggak bisa jalan, sekarang sudah bisa jalan lagi," jelasnya.

Menyoal apakah selama disekap diberi makan pelaku, Thalib mengungkapkan, dirinya tetap makan, namun pakai uang pribadinya.

"Makan pakai uang sendiri. Kan waktu diculik saya bawa dompet, ada uangnya. Saya berterima kasih kepada Pak Polisi sudah mengeluarkan saya pada waktu yang tepat," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, mengungkapkan sebelum peristiwa penculikan Thalib, anak korban bernama Kemal diduga juga pernah diculik para pelaku.

"Jadi Kemal pernah diculik. Informasinya sempat membayar uang tebusan Rp 2 miliar. Namun, saat itu tidak dilaporkan ke polisi. Kali ini, diduga pelaku kembali mencoba melakukan penculikan dengan harapan minimal dapat barter atau uang ganti sebesar Rp 400 juta. Tapi, ini semua masih akan kami dalami lagi," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil membekuk enam pelaku penculikan seorang pengusaha atas nama Thalib Abbas, di daerah Jawa Barat dan Banten.

Keenam pelaku yang berhasil ditangkap antara lain, Deni alias DDQ (35) bekerja swasta; Adil alias MAM (50) wiraswasta; Saefudin alias S (31) swasta; THM (38) wiraswasta; S (55) pensiunan TNI AD pangkat Kopka; dan ED (35) karyawan.

Sementara dua orang berinisial M berpangkat Serma kesatuan Paldam Kodam Jaya dan P berpangkat Kopka kesatuan Paldam Kodam Jaya, masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Diketahui, motif kasus penculikan tersebut karena masalah utang piutang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon