Ini Makna Hari Kartini Bagi Grace Natalie

Selasa, 21 April 2015 | 18:02 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
 Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (Antara)

Jakarta - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April dinilai jauh lebih penting jika menjadi momentum merefleksikan, meneladani, kemudian melanjutkan perjuangan Kartini untuk membangkitkan derajat kaum wanita Indonesia.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, mencatat sejumlah pelajaran penting dari sosok Kartini untuk diteladani perempuan masa kini.

"Mengenang Kartini bukanlah mengenang keningratan darah, tapi mengenang keningratan pikiran dan budi Kartini," kata Grace, Selasa (21/4).

Menurut Grace, setidaknya ada empat hal yang penting agar makna Hari Kartini bisa aktual dan relevan.

Pertama, Kartini merupakan seorang yang berpikir maju tentang masa depan, dan itu terjadi karena Kartini sangat kuat mendorong pentingnya pendidikan untuk perempuan. Bagi Kartini, Perempuan adalah pembawa peradaban.

Kedua, Kartini menentang diskriminasi jender yang tumbuh dari cara pandang feodal. Itu berarti perayaan Hari Kartini sama saja dengan merayakan Hari antidiskriminasi jender.

Ketiga, Grace menilai Kartini adalah perempuan yang menulis tentang bangsanya dan tentang kaumnya. Maka itu, Kartini menuli tak bersembunyi dan tak takut, yang harus diaplikasikan perempuan masa kini melalui aktualisasi yang ada saat ini.

"Banyak yang bertanya, mengapa harus Kartini? Bukankah perempuan lain banyak? Saya harus setuju Soekarno, karena Kartini menulis," kata Grace.

Keempat, Kartini wafat tepat empat hari setelah melahirkan. Bila dikaitkan saat ini dimana angka kematian ibu hamil dan melahirkan yang masih tinggi, maka itu bisa sekaligus menginspirasi gerakan memperbaikinya.

Kata Grace, pada 2104, angka kematian ibu hamil dan melahirkan masih 359 per 100 ribu kelahiran, atau masih jauh dari target MDGs yang 102 per 100 ribu kelahiran.

"Kita harus melawan tingginya kematian ibu hamil dan melahirkan ini. Termasuk kesehatan alat reproduksi. Negara harus memberi perhatian khusus," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon