Undangan Pesta Bikini Beredar, Menteri Yohana Pertanyakan Adopsi Budaya Barat

Kamis, 23 April 2015 | 13:51 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Poster pesta bikini
Poster pesta bikini (Istimewa)

Jakarta - Publik dikejutkan dengan adanya sebuah undangan pesta Splash After Class beredar di media sosial, setelah ujian tingkat SMA/SMK selesai.

Di undangan itu disebut bikini summer dress sebagai dress code atau busana yang dipakai peserta pesta. Ada tarif tertentu agar peserta bisa masuk ke pesta itu.

Menanggapi itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, mengaku pihaknya sedang mengkaji dan menginvestigasi keberadaan hal itu.

"Kita harus kaji. Itu harus dipertanyakan. Itu masalah budaya Barat yang masuk. Tapi harus diingat tidak semua budaya kita terima," kata Yohana, Kamis (23/4), di Jakarta.

Dia mengaku akan segera bicara dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengenai hal itu.

"Kita harus segera bicara," tandasnya.

Poster berjudul Splash after Class, pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta, menyebar di YouTube dan jejaring sosial. Acara itu akan digelar pada 25 April 2015.

Rencananya, acara itu digelar di kolam renang di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat. Di undangan itu tertulis no weapon, no drugs, no fear dengan kostum bikini summer dress.

Di undangan itu tercantum penyelenggara yakni Divine Production. Tercatat 16 SMA ikut mendukung acara itu termasuk SMA 12 Jakarta, SMA 14, SMA 38, SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA Al-Kamal, SMA 29 dan lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon