Tingkatkan Peserta KB, Pemkot Jakut Gelar Program Vasektomi Gratis
Kamis, 23 April 2015 | 16:09 WIB
Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama Kantor Keluarga Berencana (KB) Jakarta Utara berupaya meningkatkan jumlah peserta KB aktif dengan mengadakan program layanan vasektomi gratis dan short message service (SMS) bagi warga kota Jakarta Utara dan sekitarnya, Kamis (23/2).
Pengendalian populasi penduduk dan menghindari ledakan jumlah penduduk merupakan tujuan utama dari program tersebut selain juga dalam rangka memperingati HUT Kota Jakarta ke-488.
Kepala Kantor KB Jakarta Utara, Pakhrudin mengatakan dalam rangka peningkatan akseptor (peserta KB aktif) dan peserta KB Baru, maka perlu diupayakan berbagai inovasi sehingga masyarakat dapat dengan cepat menerima informasi layanan dari petugas KB.
"Dalam peluncuran program SMS ini kami bekerja sama dengan Telkom, sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk menerima informasi mengenai KB, melalui program Closed User Group (CUG)," ujar Pakhrudin, Kamis (23/4) pagi di Kantor KB Jakut Jl. Danau Sunter Utara Raya, Kelurahan Blok A No. 46, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menurutnya dengan program SMS center tersebut akan mempermudah pendataan, konsultasi dan sosialisasi terkait layanan KB bagi pesertanya ditambah dengan 438 kader KB di tingkat kelurahan.
"Apabila program ini di integrasikan dengan layanan jemput bola ke permukiman warga, maka kami yakin target jumlah peserta KB tahun ini dapat dicapai," lanjut Pakhrudin.
Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lapangan, sejumlah warga pria nampak datang mendaftar untuk mengikuti program vasektomi dengan ditemani anak dan istrinya.
Salah satunya yakni Satori (37) warga Jalan Juanda, RT06/RW07, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Teluk Buyung, Kota Bekasi. Ia mengaku sudah mengetahui adanya program KB gratis tersebut sejak seminggu lalu.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas di Kota Bekasi tersebut memilih ikut program vasektomi karena ia sudah memiliki dua anak.
"Biaya hidup saat ini sangat tinggi, makanya saya memutuskan untuk ikut, karena kalau punya anak lagi takut gak bisa memenuhi kebutuhan anak itu," ujar Satori.
Calon peserta Vasektomi lainnya, Aris Diman (43), warga Harapan Mulya, RT05/RW12, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia mengaku mengikuti vasektomi karena masa kontrasepsi implan istrinya akan berakhir pada September 2015 nanti dari empat tahun pemasangan.
"Gantian sama istri, kalau istri pernah, sekarang gantian saya yang ikut, ngalah lah sama istri," ujar Aris, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di proyek pembangunan rumah.
Menurutnya, sudah saatnya laki-laki meninggalkan egoismenya dan lebih menghargai perempuan dalam menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang.
"Terkadang kita terjebak pada tradisi dan kultur budaya, padahal pria ikut KB bukan sesuatu yang tabu," katanya.
Namun beda halnya dengan Herman (39), warga RT03/RW13, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengikuti vasektomi meski sudah mendatangi Kantor Keluarga Berencana Jakarta Utara.
"Tadinya saya kira hanya disuntik dan tidak permanen seperti susuk di perempuan, enggak tahunya permanen dan dipotong pada bagian saluran spermanya, saya enggak jadi deh," ujar Herman.
Dari data yang dimiliki Kantor KB Jakarta Utara, saat ini jumlah pertumbuhan penduduk di kota Jakarta Utara sudah mencapai 2,3 persen, padahal seharusnya persentase pertumbuhan yang wajar ada di angka 1,9 persen.
KB Jakarta Utara sendiri memiliki target peserta KB baru sebanyak 82.948 peserta di tahun 2015, sedangkan hingga Maret 2015 lalu pencapaiannya sudah mencapai 22.317 peserta (26,9 persen). Sedangkan target peserta KB aktif pada tahun 2015 mencapai 218. 856 peserta dari pencapaian saat ini yang sudah di angka 215.806 (98,61 persen).
Namun angka tersebut jauh menurun dibandingkan tahun 2014, dimana dari target peserta KB baru sebanyak 74.308 peserta, pencapaiannya melebihi ekspektasi yakni mencapai 79.319 peserta (106,74 persen). Untuk target peserta KB aktif pada tahun tersebut mencapai 237.901 peserta, sedangkan realisasinya hanya mencapai 228.632 (96,1 persen).
Kecamatan Penjaringan dan Kelapa Gading merupakan dua kecamatan yang memiliki jumlah peserta KB aktif dengan masing-masing 30,67 persen dan 30,17 persen, sedangkan yang terendah yakni Kecamatan Cilincing dengan persentase hanya 23,96 persen.
Pelaksanaan program KB saat ini mencakup implan, IUD, dan tubektomi bagi perempuan, sedangkan bagi laki-laki yakni vasektomi. Proporsi KB bagi perempuan dan laki-laki di Jakarta Utara 90 persen untuk perempuan dan 10 persen bagi laki-laki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




