PT Timah Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Ekspansi Rumah Sakit
Kamis, 23 April 2015 | 18:41 WIB
Jakarta – PT Timah Tbk (TINS) menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk mengembangkan bisnisnya di sektor rumah sakit. Dalam mengembangkan bisnis di sektor tersebut, perseroan juga menggandeng perusahaan pelat merah lainnya, PT Pertamina Bina Media (Pertamedika).
Direktur Utama Timah, Sukrisno, menjelaskan, perseroan sudah menandatanani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) dengan Pertamedika. Namun, teknis kerja sama yang bakal dilakukan masih dirumuskan.
"Kita bekerja sama untuk operasionalnya," tutur Sukrisno, di Jakarta, Kamis (23/4).
Dia melanjutkan, perseroan bakal menggunakan pinjaman bank sebesar Rp 150 miliar dan kas internal sebesar Rp 150 miliar untuk memenuhi kebutuhan dana ekspansi rumah sakit. Tahun ini perseroan memproyeksikan laba bersih dari bisnis rumah sakit sebesar Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar. Hingga saat ini perseroan telah memiliki empat rumah sakit di empat kota di Indonesia.
Ekspansi di sektor rumah sakit merupakan bagian dari rencana perseroan meningkatkan pendapatan dari sektor non-timah. Dalam sepuluh tahun mendatang perseroan menargetkan pendapatan dari pertambangan timah dan bukan bakal berkontribusi terhadap pendapatan masing-masing sebesar 50 persen.
Sementara itu, Timah juga akan meningkatkan kepemilikan saham atas anak usahanya yang baru di sektor properti menjadi sebesar 51 persen. Sebelumnya, perseroan bakal menggenggam saham perusahaan tersebut sebesar 40 persen.
Sisa kepemilikan saham perusahaan terebut dibagi rata dengan perusahaan pelat merah lainnya, yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masing-masing sebesar 24,5 persen. Perseroan menggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 150 miliar untuk ekspansi anak usahanya di bidang properti tersebut.
"Mei perusahaannya baru dibentuk. Sekitar kuartal IV tahun ini baru bisa berkontribusi terhadap pendapatan perseroan," ucapnya.
Dengan menjadi pemilik mayoritas saham, maka pendapatan perusahaan properti tersebut akan dikonsolidasikan ke laporan keuangan perseroan.
Timah menagetkan pendapatan dari sektor properti sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun hingga lima tahun mendatang. Perseroan bakal mengembangkan lahan di Bekasi seluas 176 hektare.
Sukrisno mengungkapkan, untuk tahap awal pengembangan perseroan bakal membangun perumahan di lahan seluas 30 hektare. Nantinya, perseroan bakal mengembangkan landbank sisanya untuk rumah sakit dan properti lainnya.
"Properti itu sangat laris. Nanti kita juga akan kerjasama dengan bank dalam pengembangannya," ucap Sukrisno.
Sementara itu, Timah juga bakal membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2X150 megawatt senilai Rp 3 triliun, di Sumatera Selatan. Perseroan bakal bekerja sama dengan perusahaan pelat merah lainnya, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dalam proyek tersebut.
Sukrisno menjelaskan, perseroan berencana menjadi pemegang saham mayoritas dalam pengembangan PLTU tersebut. Nantinya, Timah akan menggenggam 51 persen saham, sedangkan sisanya akan dimiliki oleh Adhi Karya.
"Jika ini sudah disetujui pemerintah, kita langsung bergerak membangun tahun ini," tutur Sukrisno.
Jangka waktu pembangunan PLTU diperkirakan bakal tuntas di bawah dua tahun.
Sukrisno melanjutkan, perseroan akan membangun PLTU tersebut di mulut tambang batubara milik Timah di Sumatera Selatan. Perseroan memiliki sumber daya batubara sebanyak 60 juta ton di lokasi tambang tersebut.
Menurut dia, salah satu persyaratan membangun PLTU mulut tambang adalah memiliki sumber daya batubara untuk 20 hingga 30 tahun mendatang. Perseroan berharap dapat memiliki izin pembangunan PLTU tanpa melalui proses tender.
Tahun ini Timah berencana menyiapkan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex), meningkat dari realisasi capex tahun lalu sebesar Rp 800 miliar. Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex untuk memproduksi timah.
Selain untuk memproduksi timah, perseroan akan menggunakan capex untuk ekspansi diversifikasi usahanya. Beberapa bidang yang menjadi fokus diversifikasi usaha perseroan adalah properti, galangan kapal, dan produksi bahan kimia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




