Staf Presiden Gadungan Mulai Diadili Hari Ini
Senin, 27 April 2015 | 16:40 WIB
Semarang - Supardi yang mengaku sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo dan tertangkap basah saat akan menipu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai diadili di Pengadilan Negeri Kota Semarang, Senin (27/4).
Pada sidang perdana tersebut dibacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Sarifah.
Percobaan penipuan terhadap gubernur tersebut dilakukan terdakwa di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, sekitar Januari 2015.
"Terdakwa mengaku sebagai staf khusus kepresidenan yang sedang melakukan monitoring perjalanan dinas kepresidenan di Jawa Tengah," kata jaksa.
Saat menemui Gubernur Ganjar Pranowo, kata dia, terdakwa melengkapi diri dengan tanda pengenal, surat tugas dengan kop sekretariat negara, serta pin berbentuk Garuda Pancasila berwarna keemasan.
Terdakwa yang belum sempat melaksanakan niatnya untuk menipu tersebut sudah tertangkap basah lebih dahulu.
Gubernur Ganjar Pranowo mengonfirmasi identitas orang yang mengaku sebagai staf khusus presiden tersebut ke Kementerian Sekretaris Negara.
Perbuatan terdakwa tersebut dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat pada dakwaan pertama dan pasal 228 tentang penipuan dalam dakwaan kedua.
"Perbuatan terdakwa tersebut telah merusak citra lembaga kepresidenan," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Winarno.
Atas dakwaan jaksa tersebut, Suparno tidak mengajukan tanggapaan dan sidang langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.
Dalam sidang tersebut, jaksa menghadirkan Gubernur Ganjar Pranowo sebagai saksi.
Dalam keterangannya, Ganjar mengatakan kecurigaan terhadap terdakwa sudah terlihat saat menemui di ruang tunggu kantor gubernur.
"Ada banyak kejanggalan. Misalnya, terdakwa menyatakan sedang melakukan monitoring soal rencana kunjungan presiden ke Banjarnegara. Padahal tidak ada rencana soal itu," katanya.
Ia juga telah mengecek langsung identitas yang bersangkutan ke Kementerian Sekretaris Negara yang ternyata tidak ada nama staf kepresidenan yang dimaksud.
"Dan setahu saya presiden memang tidak punya staf khusus," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




