Era Soekamto Tetap Usung DNA Rancangan Iwan Tirta

Senin, 27 April 2015 | 20:16 WIB
NF
YD
Penulis: Nadia Felicia | Editor: YUD
Konferensi pers pagelaran busana Dewaraja dari Iwan Tirta Private Collection di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (27/4).
Konferensi pers pagelaran busana Dewaraja dari Iwan Tirta Private Collection di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (27/4). (Beritasatu.com/ Nadia Felicia)

Jakarta - Malam ini, Iwan Tirta Private Collection (ITPC) akan menggelar pagelaran busana tunggal tahunannya yang berjudul Dewaraja. Dalam pagelaran busana tunggal pertama sejak kepergian maestro batik Iwan Tirta di tahun 2010, pengarah rumah batik ini, Era Soekamto, menyiapkan tiga babak untuk memamerkan koleksinya.

"Dewaraja adalah sebuah ilmu yang mempelajari pencapaian tertinggi spiritual secara universal. Dewaraja adalah konsep universal tentang penyatuan cahaya, yang saya pelajari dari perjalanan sejarah Majapahit pada abad ke-12. Koleksi (dalam pagelaran busana) ini diklasifikasikan ke dalam tiga sequence," jelas Creative Director Iwan Tirta Private Collection, Era Soekamto, mengenai konsep pagelaran busana malam ini, di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (27/4).

Ketiga konsep tersebut adalah:

Dualism (Samsara Nirvana), merupakan potret kehidupan yang penuh dualisme dan referensi mayoritas diambil dari motif Batik Bali. Direpresentasikan dalam rangkaian karya bernuansa hitam putih yang memberi kesan akhir tegas.

Reflection, diambil dari Kitab Siriwatri Kalpa. Konsep tentang berkaca dan refleksi yang terinspirasi dari kecintaan Iwan Tirta dalam mengeksplorasi motif berdimensi mirroring.

Light Upon Light (Antahkarana), perjalanan menuju cahaya, banyak menghadirkan sumber motif yang berasal dari motif Modang, Parang Kemitir, atau Polengan. Motifnya didominasi warna hitam, emas, dan perak.

Mengenai koleksi desain busana pagelaran malam ini, Era menuturkan, ia tetap berusaha menghadirkan DNA rancangan busana khas Iwan Tirta yang glamor dan lady look. "DNA itu sudah ada sejak dekade 1970-an. Karena setiap dekade punya definisi glamor dan lady look berbeda, maka kami buat desain yang kekinian. Tetap ringan, wearable, dan do-able," jelas Era yang ditunjuk untuk melanjutkan upaya preservasi motif batik Iwan Tirta.

Dalam lookbook yang diberikan ke tamu undangan peragaan busana terlihat sebagian kreasinya berupa high neck dress, cocktail dress dengan detail kemben ala Bali, flowy coat dress, dan sebagainya. Tentunya, koleksi-koleksi ini terbuat dari kain batik berlukiskan motif batik hasil dokumentasi Iwan Tirta semasa hidupnya yang dikembangkan Era.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon