Dari 100 juta Turis Tiongkok, Kurang 1 % yang ke Indonesia
Senin, 27 April 2015 | 22:13 WIB
Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Sugeng Raharjo memaparkan, Tiongkok menyimpan potensi wisatawan yang sangat besar. Tercatat, wisatawan outbound Tiongkok pada 2012 mencapai 83,2 juta orang, meningkat menjadi 98,2 juta orang, dan kembali naik menjadi 107 juta orang pada 2014.
Meski demikian, dari total jumlah wisatawan tersebut, yang berkunjung ke Indonesia belum mencapai 1% dari angka itu. Pada 2012, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia hanya 680 ribu orang, naik menjadi 750 ribu orang, dan tumbuh menjadi 950 ribu orang pada 2014.
"Wisatawan Tiongkok biasanya mengharapkan rasa aman dan nyaman. Jangan sampai baru tiba di pelabuhan saja sudah dibuat tidak nyaman. Jadi dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menekan sekecil mungkin munculnya rasa tersebut," kata Sugeng dalam acara "Kesempatan dan Tantangan Menggarap Wisatawan Tiongkok" yang diselenggarakan Indonesia China Chamber of Commerce (Inacham) dan Asosiasi Tour & Travel (Asita) di Jakarta, Senin (27/4).
Sugeng mencatat, wisatawan Tiongkok masih mengeluhkan beberapa hal terkait kondisi di Indonesia, di antaranya kurangnya infrastruktur transportasi, dan kurangnya fasilitas informasi pariwisata.
"Indonesia harus mengubah citra menjadi negara yang siap menerima wisatawan Tiongkok dan mengembangkan fasilitas khusus untuk mereka. Selain itu, penting juga untuk menciptakan home away from home agar mereka dapat membagi pengalaman dan merekomendasikan Indonesia sebagai tujuan wisata ke orang lain," jelas dia.
Presiden Inacham James Hartono mengungkapkan, pihaknya berkomitmen penuh untuk turut serta mempromosikan wisata Indonesia dan menarik sebanyak mungkin wisatawan Tiongkok ke Tanah Air.
"Tiongkok memiliki ekonomi yang sangat besar dengan daya beli tinggi, serta menjadi sumber wisatawan terbesar di dunia. Hingga 10 tahun ke depan, akan lebih banyak lagi orang Tiongkok yang berwisata ke luar negeri. Hal ini yang harus dimanfaatkan Indonesia, karena kita juga bersaing dengan negara lain untuk menarik wisatawan Tiongkok," ujar dia.
Indonesia, lanjut James, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi daerah tujuan utama wisatawan Tiongkok.
"Kita punya banyak potensi yang bisa digarap untuk menarik wisatawan Tiongkok. Orang Tiongkok itu sangat haus untuk melihat dunia. Makanya di sana kalau ada public holiday, semua orang ingin ke luar negeri. Dan mereka juga membawa uang teman atau saudara untuk membeli oleh-oleh," papar dia.
Menurut James, jika Indonesia tidak segera mengambil peluang ini, maka potensi besar dari wisatawan Tiongkok justru akan dinikmati negara lain. Meski memiliki potensi yang sangat besar, Indonesia tetap harus bekerja keras untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan Tiongkok.
"Inacham merupakan perkumpulan pengusaha Indonesia yang ada di Tiongkok. Kami ingin membantu Asita untuk menarik wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Kami ingin menjadi mitra dan menyumbangkan pikiran untuk turut mendorong wistawan Tiongkok datang ke sini," ujar dia.
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki mengungkapkan, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok bisa mencapai 2 juta orang pada tahun ini. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar target tersebut tercapai.
Menurutnya, Kementerian Pariwisata telah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan dan membenahi destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang potensial menjadi tujuan wisata dari Tiongkok. Kerja sama yang dijalin termasuk dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah bandara berskala internasional serta dengan kementerian terkait lainnya dan Asita.
Ketua Umum Asita Jakarta Hasiyanna Ashadi menyatakan, 67 anggota Asita Jakarta serius untuk menggarap potensi wisatawan Tiongkok. Menurut dia, Tiongkok menyimpan peluang yang sangat besar untuk digarap perusahaan tours & travel dengan jumlah warganya yang berwisata ke luar negeri yang banyak dan rata-rata pengeluaran wisatawan yang cukup besar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




