Antisipasi Penyusup, Eksekusi Diumukan Setelah Dilakukan
Selasa, 28 April 2015 | 16:15 WIB
Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan bahwa pada proses eksekusi gelombang pertama lalu ada indikasi penyusup yang masuk ingin membatalkan proses eksekusi mati terhadap para terpidana kasus narkotika. Oleh karena ini pada proses eksekusi kali ini, pihaknya kata dia tidak akan mengumumkan waktu eksekusi dan baru akan diberitahukan segera sesudah eksekusi mati dilaksanakan.
"Kasihan teman-teman di lapangan. Yang lalu ada penyusup-penyusup yang mau masuk ke lokasi eksekusi," kata HM Prasetyo di kompleks kantor presiden, Jakarta, Selasa (28/4).
Eksekusi mati kata dia akan dilakukan pada Minggu ini. Sembilan terpidana mati dipastikan sudah final akan dieksekusi yaitu dua dari Australia, satu dari Brasil, satu dari Ghana, satu dari Indonesia, satu dari Kordoba, satu dari Nigeria dan satu dari Filipina.
Penyusup yang lalu kata Prasetyo diketahui ada yang berasal dari Peru. Mereka ada yang menyusup dengan pura-pura menjadi nelayan dan juga wartawan.
"Saya sudah tentukan hari H nya tp tidak saya publish," kata dia.
Presiden Joko Widodo sendiri hari ini mengarahkan agar eksekusi tetap dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan berlaku. Tekanan internasional tak akan mengubah kebijakan dan kedaulatan hukum ini.
"Tempo hari ada dari Peru untung bisa (ditangani). Kita tidak tahu apa maksudnya tapi yang pasti dia waktu itu menyamar sebagai nelayan," kata Prasetyo menjelaskan orang-orang yang ditudingnya sebagai penyusup itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




