Eksekusi Mary Jane Ditunda, Jokowi Sebut Tak Ada Lobi-lobi
Rabu, 29 April 2015 | 13:35 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan penundaan eksekusi mati terhadap terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso, bukan karena adanya lobi dari Presiden Filipina Beniqno Aquino III.
Jokowi juga menegaskan tidak mendapat telepon dari Benigno. "(Benigno) sudah bertemu di Kuala Lumpur. Tidak ada telepon ke saya," kata Presiden usai menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015, di Jakarta, Rabu (29/4).
"Tidak ada lobi-lobi," kata Presiden menegaskan.
Secara terpisah, Jaksa Agung HM Prasetyo telah menjelaskan mengenai alasan Mary Jane tak dieksekusi. Dikatakan, kesaksian Mary Jane diperlukan untuk mengungkap kasus human trafficking yang dilakukan warga negara Filiphina, Maria Cristina Sergio.
"Mary Jane kita pindahkan kembali ke LP Wirogunan, selain karena Nusakambangan tak memiliki fasilitas untuk napi perempuan, Mary Jane diharapkan dapat membantu mengungkap human trafficking itu," katanya di Lapangan Limus Buntu Nusakambangan, Rabu (29/4) pagi.
Dia menyatakan, Mary Jane hanya diizinkan diperiksa di LP Wirogunan. Artinya, pihak penyidik Filipina yang harus datang memeriksa Mary Jane ke penjara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




