Ada Dana Desa, Batola Harus Maju

Senin, 4 Mei 2015 | 17:16 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar (Suara Pembaruan/Marsel Rombe)

Jakarta - Dana desa yang mulai dikucurkan Pemerintah Pusat, sudah seharusnya dapat membuat desa-desa di seluruh Tanah Air bisa berkembang dan maju.

Termasuk desa-desa yang terdapat di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, yang baru saja melepaskan status sebagai Kabupaten Tertinggal.

"Saya percaya, desa-desa di Batola ini bisa menggunakan dana desa untuk kemakmuran masyarakat. Jangan ada penyimpangan atau penyewengan dana desa, gunakan sesuai dengan kebutuhan dan hasil musyawarah desa. Sebab jika desa maju, daerah maju, dan Indonesia juga maju," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT&T) Marwan Ja'far saat bertemu dengan Ulama, Bupati dan para Kepala Desa se-Barito Kuala di Pawon Tlogo, Batola, Kalsel, Senin (4/5).

Mendes menjelaskan, dari Rp 20 triliun dana desa yang dialokasikan Pemerintah Pusat tahun ini, desa-desa di Batola mendapatkan alokasi sekitar Rp 53 Miliar. Jadi, jika dibagi rata-rata ke 194 desa yang terdapat di Kabupeten ini, masing-masing mendapatkan sekitar Rp 270juta.

"Namun, tentu saja jumlah detilnya dana yang diterima setiap desa akan berbeda karena ada empat juklak yang menjadi dasar perhitungan, yakni jumlah penduduk, luas wilayah, kesulitan geografis dan kemiskinan," tutur Marwan.

Pada kesempatan ini, Bupati Batola Hasanuddin Murad berharap, Mendes tetap memperhatikan daerah yang dipimpinnya meski sudah keluar dari status Kabupaten Tertinggal.

"Sebab, Batola merupakan salah satu lumbung padi Kalsel, jadi kami ingin tetap diperhatikan dan diberi bantuan walaupun bukan lagi provinsi tertinggan," tuturnya.

Terkait munculnya banyak pertanyaan besaran dana desa yang masih relatif kecil, Marwan menjelaskan bahwa tahun ini alokasi anggaran pusat lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Kebijakan ini dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi agar disparitas antar daerah tidak terlalu jauh.

"Tahun depan Insya Allah besaran dana desa akan naik. Jika tahun ini di Rp20triliun, tahun depan akan kita tingkatkan menjadi paling tidak Rp 43triliun, otomatis yang diterima setiap desa juga bertambah. Secara bertahap akan terus dinaikan setiap tahun sehingga kemudian sampai pada target setiap desa mendapatkan Rp 1,4triliun," jelas politisi asal PKB ini.

Batola merupakan Kabupaten Kedua yang disinggahi Mendes dalam kunjungan perdana selama dua hari ke Kalsel. Sehari sebelumnya, pembantu Presiden Jokowi ini melakukan kunjungan dan bertemu para Kepala Desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mendapatkan alokasi dana desa Rp 43 triliun.

Dari Rp 20triliun dana desa dalam APBN 2015, lanjut Marwan, Provinsi Kalsel yang terdiri dari 11 kabupaten, mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 501miliar. Pengucuran dana desa ini akan dilakukan oleh ke Kementerian Keuangan dalam tiga tahap sepanjang tahun ini.

Untuk pencairan dana desa tersebut, setiap desa harus sudah memiliki RPJMDes, RKPDes dan APBDes. Serta para Bupati harus segera mengeluarkan Peraturan Bupati terkait pengelolaan dana desa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon