Sejumlah Mesin Rusak, Pengguna Parkir Meter Terhambat
Selasa, 5 Mei 2015 | 12:20 WIB
Jakarta - Sejumlah mesin parkir meter di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengalami kerusakan. Hal itu menghambat sejumlah pengguna mobil yang memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut untuk membayar menggunakan kartu pembayaran (cashless).
Dari total 90 mesin parkir meter yang ada di sepanjang 5,6 Kilometer (km) Jalan Boulevard Kelapa Gading, saat ini ada 10 unit mesin buatan Swedia tersebut tidak bisa digunakan. Sebab, ada kerusakan pada bagian hardware mesin tersebut.
Lisa Subakti (38), warga Kelapa Gading Barat, yang memarkirkan kendaraannya di sebuah restoran di Jalan Boulevard Kelapa Gading menuturkan, dia terpaksa membayar menggunakan uang tunai karena mesin parkir meter di tempatnya memarkirkan mobil tidak bisa digunakan.
"Tadinya saya mau bayar pakai kartu flazz, tapi karena mesinnya rusak saya bayar menggunakan uang tunai saja," ujar Lisa, Selasa (5/5).
Lisa meminta instansi terkait untuk segera memperbaiki alat tersebut. Sebab, jika sering rusak maka akan mengurangi minat pemilik kendaraan untuk membayar menggunakan kartu.
"Katanya mesinnya canggih buatan luar negeri, tapi kalau belum setahun udah sering rusak, ya sama saja bohong, cuma jadi pajangan saja itu mesinnya," kata Lisa.
Hal yang sama diungkapkan Hendra Chendarma (45). Meski ia mengapresiasi keberadaan mesin parkir meter namun ia mengharapkan mesin-mesin tersebut dapat berfungsi dengan baik.
"Kalau soal tarif dan aturan tidak ada masalah, memang pada awalnya agak merepotkan, tapi kalau sudah terbiasa ya malah praktis, jadi tidak perlu mengeluarkan uang tunai," kata Hendra.
Sementara itu, Subiantoro (50), juru parkir di mesin parkir meter Nomor 36, mengatakan mesin parkir meter tersebut sudah rusak sejak minggu lalu.
"Bulan lalu juga pernah rusak, tapi sudah sempat diperbaiki, eh sekarang malah rusak lagi, kalau dulu yang awal-awalnya itu scanner-nya enggak ngebaca, kalau kali ini bagian tombolnya," ujar Subiantoro.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Operasional Perparkiran Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Utara Muhammad Ali Fahmi, mengatakan akan memeriksa kembali sejumlah mesin yang rusak tersebut.
"Nanti kita cek terlebih dahulu kondisi mesin-mesin yang mengalami gangguan, kalau mesin seperti ini memang harus dirawat secara rutin," ujar Ali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




