Indonesia Masih KLB Flu Burung

Jumat, 20 Januari 2012 | 18:39 WIB
DS
B
Penulis: Dessy Sagita/RIN | Editor: B1
Petugas sedang menyemprotkan cairan disinfektan pada mobil boks pengangkut unggas
Petugas sedang menyemprotkan cairan disinfektan pada mobil boks pengangkut unggas (Antara)
Karena hingga kini penularan penyakit tersebut masih terjadi.

Meski sudah berjuang bertahun-tahun dalam memerangi flu burung, sampai saat ini Indonesia tetap dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit tersebut.

"Salah satu definisi KLB adalah penyakit yang tadinya tidak ada menjadi ada, sebelum 2006 flu burung belum ada di Indonesia. Makanya 2006 kita nyatakan KLB flu burung dan status tersebut sampai saat ini belum kita cabut," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE, di Jakarta, hari ini.

Ia mengatakan status KLB tersebut belum bisa dicabut karena sampai saat ini penularan penyakit tersebut di kalangan unggas masih ada meskipun penularan di kalangan manusia sudah menurun.

Namun Tjandra menegaskan bahwa sampai saat ini belum terjadi mutasi virus yang bisa menularkan penyakit tersebut dari satu manusia ke manusia lainnya.

Menurutnya secara virologi, strain virus H5N1 di Indonesia masih alpha 2 dan 3, sementara secara epidemiologi tidak terjadi penularan berkelanjutan (sustained transmission) yang berarti sampai saat ini tidak ada penularan antar manusia.

Tjandra tidak menampik kemungkinan resistensi terhadap Oseltamivir, yang saat ini merupakan obat andalan untuk mengatasi flu burung.

"Yang namanya potensi resistensi terhadap obat itu bisa saja terjadi pada semua jenis penyakit," imbuhnya.

Tjandra menambahkan, walaupun Indonesia memiliki overstock obat Oserltamivir sebanyak 1,4 juta dosis, tingkat kematian (case fatality rate) infeksi flu burung memang masih sangat tinggi sehingga sebagian besar korbannya meninggal meskipun sudah mendapat perawatan medis.

"Kita sudah berusaha mengakalinya dengan mengirimkan dokter-dokter kita untuk mendapat pelatihan di luar negeri dan memperbaiki fasilitas kesehatan," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon