Ratusan Desa di Riau Rawan Kebakaran Hutan
Rabu, 6 Mei 2015 | 02:58 WIB
Pekanbaru - Sebanyak 169 desa di 40 kecamatan dan delapan kabupaten/kota di Riau rawan kebakaran hutan karena faktor iklim, kondisi geografis, tata ruang, dan sosial ekonomi.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa, dalam acara diskusi terbatas di Pekanbaru, Selasa (5/5), menyebutkan, kedelapan kabupaten/kota tersebut adalah Siak, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai, Indragiri Hulu, dan Pelalawan.
Faktor pemicu kebakaran hutan dan lahan dari faktor iklim dan kondisi geografis adalah dominasi lahan gambut seluas 5,7 juta hektare atau 56,1 persen total gambut di Sumatera, cuaca ekstrim akibat curah rendah dan suhu tinggi, adanya kanalisasi lahan gambut berlebihan, serta pola pemukiman dan pembukaan lahan pertanian yang sporadis.
Sedangkan faktor pemicu dari aspek tata ruang dan sosial ekonomi adalah belum ditetapkannya RT dan RW di Provinsi Riau, pembukaan lahan pertanian oleh masyarakat dan perusahaan dengan membakar hutan, serta pesatnya usaha perkebunan kelapa sawit.
Dampak dari kebakaran hutan itu adalah berkurangnya sumber daya hutan dan lahan gambut, menurunnya kesuburan tanah, menurunnya keanekaragaman hayati, memburuknya kualitas udara, serta terjadinya gangguan kesehatan khususnya masalah pernapasan.
Selanjutnya, terganggunya aktivitas sosial dan perekonomian, transportasi, serta belajar mengajar dan berpotensi mengganggu hubungan bilateral dengan negara tetangga karena polusi asap lintas batas.
Untuk mengatasi kebakaran hutan, pemerintah daerah Provinsi Riau telah menerapkan beberapa upaya pengendalian kebakaran hutan, di antaranya pembentukan dan pembinaan kapasitas pusdalarhutla, instruksi gubernur untuk pengendalian kebakaran hutan, maklumat Gubernur, Kajati, Kapolda dan Dandem, komitmen 12 wali kota/bupati se-Provinsi Riau, serta penerapan posko siaga darurat bencana asap.
"Masalah kebakaran hutan di Riau memang memprihatinkan, tapi pemda terus berusaha untuk mengurangi bencana itu," ujar Yulwiriati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




