Rektor UI Siap Diperiksa
Sabtu, 21 Januari 2012 | 21:07 WIB
Semua pihak harus siap diperiksa
Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Roesliwa Soemantri mengatakan dirinya siap diperiksa KPK terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 45 miliar dalam pengelolaan dana di UI.
"Harus siap," kata Gumilar, kepada wartawan, ketika ditemui di Kampus UI Depok, hari ini.
Menurutnya, tak hanya ia saja yang seyogianya siap dengan pemeriksaan di KPK. Pihak lain yang berkepentingan dengan hasil audit KPK terhadap pengelolaan dana UI juga harus siap.
"Semua pihak harus siap karena semua pihak harus menegakkan dan menghormati hukum," imbuhnya.
Gumilar mengatakan yang terpenting dilakukan sekarang adalah mengkaji hasil audit BPK yang mengatakan ada potensi kerugian negara sebesar Rp 45 miliar.
"Kami sedang kaji. Kalau kami lihat audit yang paling penting harus dilihat betul apa yang diaudit. Seperti apa metodenya," ungkapnya.
BPK menyerahkan hasil audit investigasi pengeloaan dana UI. Hasilnya, UI dinilai berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 45 miliar.
Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Roesliwa Soemantri mengatakan dirinya siap diperiksa KPK terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 45 miliar dalam pengelolaan dana di UI.
"Harus siap," kata Gumilar, kepada wartawan, ketika ditemui di Kampus UI Depok, hari ini.
Menurutnya, tak hanya ia saja yang seyogianya siap dengan pemeriksaan di KPK. Pihak lain yang berkepentingan dengan hasil audit KPK terhadap pengelolaan dana UI juga harus siap.
"Semua pihak harus siap karena semua pihak harus menegakkan dan menghormati hukum," imbuhnya.
Gumilar mengatakan yang terpenting dilakukan sekarang adalah mengkaji hasil audit BPK yang mengatakan ada potensi kerugian negara sebesar Rp 45 miliar.
"Kami sedang kaji. Kalau kami lihat audit yang paling penting harus dilihat betul apa yang diaudit. Seperti apa metodenya," ungkapnya.
BPK menyerahkan hasil audit investigasi pengeloaan dana UI. Hasilnya, UI dinilai berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 45 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




