Pembelian Tank Leopard Bagai Obati Saraf Pakai Parasetamol

Senin, 23 Januari 2012 | 16:39 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/DAS | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Wikipedia)
Kalau jadi dibeli, berarti Indonesia telah menjadi konsumen Alutsista dari negara yang secara historis telah menjajah.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seharusnya tak layak menyetujui pembelian tank  leopard bekas dari Belanda.

"Itu tidak layak dibeli karena anggarannya dari utang, alias dari kredit ekspor. Kalau jadi dibeli, berarti Indonesia telah menjadi konsumen Alutsista dari negara yang secara historis telah menjajah, Indonesia telah memberi keuntungan finansial kepada Belanda yang lagi kesulitan keuangan," kata Ichsanuddin, di Jakarta, hari ini.

Keuntungan finansial yang didapatkan Belanda dari Indonesia juga akan semakin meningkat karena setiap pembelian senjata ke suatu negara  akan menghasilkan ketergantungan terhadap teknologi serta perawatan Alutsista itu.
 
"Artinya, ke depan Indonesia akan terus menerus mengeluarkan uang hanya untuk perawatan atau pemeliharaan senjata," kata Ichsanuddin

Langkah yang diambil pemerintah dengan rencana pembelian tank itu disamakannya dengan istilah "mengobati sakit syarat dengan mengkonsumsi obat sakit kepala sejenis parasetamol."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon