Bogor Perketat Distribusi Beras
Sabtu, 23 Mei 2015 | 11:09 WIB
Bogor - Pasca-temuan beras yang diduga mengandung plastik, Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bogor memperketat pengawasan distribusi beras.
Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Diperindagkop, Jaya Sanirin mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengetatan distribusi beras terutama di wilayah terluar yang berbatasan dengan daerah lain.
"Dari hasil temuan, yang diduga beras tercampur plastik berada di Parung yang berbatasan dengan wilayah Depok, sedangkan puluhan karung yang diamankan di Klapanunggal berbatasan dengan wilayah terdekat Bekasi," katanya di Bogor, Sabtu (23/5).
Disperindakop Kabupaten Bogor juga membawa sampel beras hasil temuan dari wilayah Parung yang diduga palsu ke laboratorium Jasa Analisis Pangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kepala laboratorium IPB Tjahtja Muhandri mengatakan, bila diteliti secara kasat mata beras tersebut palsu.
"Secara fisik sampel beras bening (bercahaya), beras pun tidak memiliki serat seperti beras padi. Kepastian besar kandungan plastik dapat diketahui setelah proses pengujian di laboratorium, hasilnya sekitar dua pekan," kata Muhandri.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Kabupaten Bogor menggerebek gudang beras di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jumat (22/5). Dari gudang tersebut, polisi mengamankan 50 karung beras yang diduga tercampur dengan beras plastik dan seorang pemilik gudang AR (45).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




