Bertemu JK, Golkar Hanya Sepakati Soal Mekanisme Pilkada

Sabtu, 23 Mei 2015 | 23:53 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi kisruh partai Golkar Aburizal dan Bakrie Agung Laksono
Ilustrasi kisruh partai Golkar Aburizal dan Bakrie Agung Laksono (Istimewa)

Jakarta- Usai melakukan pertemuan mediasi selama lebih dari satu jam dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum (Ketum) Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie (ARB) mengaku akhirnya disepakati perihal mekanisme awal pengajuan calon kepala daerah dari partai.

ARB menegaskan kesepakatan dengan kubu Agung Laksono yang dicapai melalui JK, dilakukan agar Golkar tetap bisa turut serta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang tahapan pendaftaran calonnya dimulai akhir Juli mendatang.

"Kita (dengan JK) bicara tentang bagaimana menyelesaikan konflik Golkar setelah keputusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Yang jelas bahwa telah ada suatu formula agar semua daerah tetap mendaftarkan (calon kepala daerah) bersama-sama di DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Golkar. Jadi, satu Golkar-nya saat mendaftar di DPD Golkar," ujar ARB di depan rumah dinas Wapres, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5) malam.

Selanjutnya, ungkap ARB, akan ada formula pencalonan yang diumumkan dalam waktu dekat.

Untuk itu, ARB menginstruksikan agar setiap kader Golkar yang hendak maju sebagai calon kepala daerah segera mendaftar ke kantor DPD Golkar masing-masing.

Kemudian, lanjutnya, Ketua DPD akan membentuk tim guna melakukan seleksi atau penjaringan terhadap nama-nama yang mendaftar.

Hanya saja, uniknya, belum disepakati kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang akan mensahkan para calon kepala daerah terpilih tersebut.

Menurut ARB, masalah pengesahan oleh DPP ialah masalah belakangan. Sebab, yang terpenting adalah mendaftarkan ke DPD untuk dilakukan penjaringan.

"Nanti kita lihat DPP-nya siapa belakangan. Tetapi, yang jelas kita bersama-sama ingin partai Golkar bisa mencalonkan (kepala daerah), yang penting penjaringan dulu. Kalau penandatanganan dari DPP baru 26 Juli, masih lama," ujarnya.

Selaku politisi senior Golkar, JK memang menekankan agar partai yang dulu dipimpinnya tersebut bisa ikut serta dalam Pilkada serentak.

Menurut JK, konflik yang terjadi di pucuk pimpinan partai jangan sampai mengorbankan karier politik kader yang hendak maju dalam Pilkada pada Desember 2015 mendatang.

"Keduanya teman saya. Jadi, saya sudah bicara, sudah ketemu. Ini tidak bisa diberikan arahan. Hanya bisa difasilitasi. Saya yakin keduanya ingin Golkar tetap berperan dan hadir di setiap kegiatan, apalagi Pilkada. Oleh karena itu, kita lagi mencari jalan," ujar JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (19/5).

Bahkan, JK sempat mengusulkan agar kedua kubu menandatangani surat pencalonan atau dukungan bersama bakal calon kepala daerah sehingga dipastikan akan duduk bersama.

Seperti diketahui, ARB memang akhirnya menyambangi rumah dinas JK, pada Sabtu (23/5) malam. Sebagaimana dijanjikan oleh Sekjen Golkar Idrus Marham.

Tiba sekitar pukul 21.00 WIB, ARB didampingi Idrus meninggalkan rumah dinas JK, sekitar pukul 22:10 WIB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon