Gandeng Asing, Metland Jajaki Empat Mitra Baru
Senin, 25 Mei 2015 | 22:04 WIB
Jakarta - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) kembali menggandeng investor asing. Saat ini perseroan tengah menjajaki empat perusahaan guna mencari mitra strategis mengembangkan mall di kawasan Metland Cyber City, Tangerang, Jawa Barat.
Direktur Operasional Metland Thomas J. Angfendy mengatakan mitra startegis yang dibidik berasal dari Singapura, Thailand, dan Korea. Sementara sisanya berasal dari Amerika Serikat (AS) atau Eropa. Saat ini perseroan tengah melangsungkan proses penawaran awal (preliminary). "Sama-sama masih mempertimbangkan, tapi kelihatannya yang paling terakhir masuk yang paling serius," kata dia kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.
Thomas menjelaskan bentuk kerja sama tergantung pada kesepakatan. Saat ini perseroan menawarkan dua opsi kerja sama. Pertama, perseroan dan mitra strategis bakal bersama-sama mengembangkan mall dengan skema perusahaan patungan (join venture/JV). Kedua, yakni skema master lease, dimana perseroan akan menyewakan seluruh lahan mall kepada mitra strategis.
"Kami hanya deal dengan satu mitra. Kami sudah punya akses yang strategis untuk mall di Metland Cyber City, untuk mitra sengaja kami cari asing yang sudah berpengalamlan mengembangkan mall," papar dia.
Menurut Thomas, perseroan menargetkan kesepakatan dengan mitra strategis akan segera tercapai pada 2016. Hingga kini, perseroan masih membuka peluang penawaran bagi mitra strategis lainnya yang berminat.
Disinggung soal nilai investasi Thomas mengatakan belum bisa disebutkan untuk mengembangkan mall di atas lahan seluas 5 hektare (ha) tersebut. "Semua masih tergantung kesepakatan. Tapi Metland intinya menawarkan harga tidak kurang dari Rp 20 juta per meter persegi untuk JV," pungkas dia.
Selain mall, menurut Thomas perseroan juga tengah menjajaki empat perusahan lokal untuk mengembangkan kawasan perkantoran di Metland Cyber City. Dua di antaranya bergerak di bidang keuangan dan percetakan. Adapun luas lahan untuk keempatnya berkisar antara 3.000-6.000 meter persegi. Perseroan mematok harga Rp 25 juta untuk tiap meter persegi.
Pada pekan lalu, perseroan melalui perusahaan JV anak usahanya, PT Metropolitan Karyadeka Development telah meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan mitra asal Singapura, Ascendas. Keduanya akan menggarap proyek mixed-used senilai Sin$ 300 juta. Sesuai rencana, keduanya akan membangum perkantoran, apartemen, ritel serta fasilitas pendukung lainnya di lahann seluas 9,7 ha tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




