Panpel Olimpiade Diprotes Ibu-ibu

Rabu, 25 Januari 2012 | 05:38 WIB
B
BA
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Memorabilia untuk Olimpiade London 2012.
Memorabilia untuk Olimpiade London 2012. (AFP)
Panitia Pelaksana (Panpel) Olimpiade London 2012 mendapat kritik dari para ibu-ibu akibat masalah kebijakan tiket.

Banyaknya keluhan dari para ibu yang ditayangkan di situs khusus ibu di Inggris membuat panpel Olimpiade London gerah. Para ibu ini mengeluhkan tentang kebijakan setiap balita untuk membayar penuh tiket menonton pertandingan Olimpiade.
 
Hari Selasa (24/1), Panpel pun akhirnya mengeluarkan pernyataan mereka akan mempertimbangkan pilihan alternatif lain untuk para ibu yang memiliki anak jika ingin menonton pertandingan Olimpiade.

Keluhan dan protes para ibu yang ditayangkan di salah satu situs khusus ibu yang ramai dikunjungi, Mumsnet, itu ternyata memberi pengaruh terhadap keputusan Panpel.

Beberapa keluhan datang dari para ibu yang masih mengandung saat ini. Mereka bertanya-tanya apakah mereka harus membeli tiket untuk bayi yang masih menyusu ke lokasi pertandingan. Para ibu ini berpendapat, bayi di bawah 1 bulan tidak akan butuh tempat duduk sendiri, cukup digendong.

Sebelumnya panitia mengatakan, setiap anak, termasuk bayi baru lahir yang mau memasuki arena pertandingan harus membayar tiket penuh. Alasannya, supaya bisa mengukur jumlah pengunjung ke lokasi penyelenggaraan pertandingan agar jumlah pengunjung tidak melebihi daya tampung.

Pola seperti ini serupa dengan yang dilakukan oleh Panpel Olimpiade Vancouver 2010. Kebijakan ini diberitahukan kepada para ibu di gerbang tempat penyelenggaraan.

Sebagian besar ibu yang menulis di situs Mumsnet mengatakan, mereka terlanjur beli tiket Olimpiade sebelum kehamilan, atau akan membawa bayi yang baru lahir, karena memesan saat sedang hamil.

Kejanggalan dalam penjualan tiket Olimpiade ini diperkirakan akan menjadi bumerang bagi Panpel. Hingga kini, dilaporkan jumlah peminat tiket pertandingan-pertandingan Olimpiade dari tanggal 27 Juli-12 Agustus sudah melampaui kapasitas.

"Kami mengerti beberapa ibu yang memiliki anak baru lahir akan ada yang ingin menyaksikan pertandingan sambil membawa anaknya. Kami akan melihat dan mencari cara apa yang bisa kami lakukan saat penjualan tiket kembali dibuka di bulan April mendatang," kata Panpel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari kantor berita Associated Press.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon