JK Dinilai Bisa Jadi Pemersatu Kubu Agung dan ARB
Rabu, 27 Mei 2015 | 20:23 WIB
Jakarta - Upaya mantan Ketua Umum (ketum) DPP Partai Golkar (PG) Jusuf Kalla (JK) dalam menyelesaikan dualisme kepengurusan PG diapresiasi. JK diharapkan dapat menjadi pemersatu dua kubu yang masih berseteru.
"Peranan Pak JK tentu sangat penting. Beliau tokoh senior Golkar, sekarang dapat jabatan penting di negeri ini, mantan ketum Golkar juga. Beliau tentu bisa jadi pemersatu," kata politikus PG Mahyudin, usai menghadiri Diskusi Nasional 2015 Papua, Mutiara Indonesia bertema "Mengurai Kompleksitas Pembangunan Papua", di Jakarta, Rabu (27/5).
Menurut Mahyudin, JK memang ahli dalam mendamaikan orang yang berbeda pendapat.
Seperti diketahui, PG terbelah menjadi dua yakni kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie (ARB).
"Saya sangat berharap kepada beliau-beliau (Agung dan ARB) bisa islah agar partai berjalan sebagaimana mestinya," ujar Mahyudin yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Mahyudin menepis bahwa islah yang digagas JK menemui jalan buntu. "Saya kira tidak," katanya.
Secara terpisah, JK menyatakan bahwa Agung dan ARB telah meneken dokumen kesepakatan. "Sudah paraf semua (Agung dan ARB)," kata JK di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (27/5).
JK mengemukakan, terdapat empat prinsip dasar islah yang sudah diteken. Pertama, komitmen kedua pihak untuk mengedepankan kepentingan Partai Golkar. Kedua, mengenai persiapan menghadapi Pilkada pada Desember 2015. Ketiga, soal tim. Keempat, masalah kepengurusan yang sah untuk memparaf calon kepala daerah, diserahkan pada aturan yang berlaku.
Saat ini kedua belah pihak sedang diupayakan bertemu. "ARB baru ke luar negeri, nanti kembali lagi. Hari Jumat kira-kira," kata JK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




