Ketum Persik Terkejut Tunggakan Gaji Mantan Pemain Belum Beres
Kamis, 28 Mei 2015 | 08:42 WIB
Kediri- Ketua Umum Persik Kediri, Barnadi mengaku terkejut setelah mengetahui ada tunggakan gaji mantan pemain Persik selama empat bulan. Namun, terkait urusan gaji ini memang menjadi tanggung jawab manajemen Persik. Gaji mantan pemain Persik yang belum dibayar selama empat bulan merupakan gaji pemain yang berlaga di tim Indonesia Super League (ISL) 2014.
"Soal gaji pemain yang masih tertunggak saya malah tidak tahu. Karena masalah gaji sudah diurusi oleh pihak manajemen Persik. Namun, saya akan membantu manajemen untuk menyelesaikan kewajibannya membereskan tunggakan gaji," ujar Barnadi yang dikonfirmasi, Kamis (28/5) pagi.
Ia mengaku heran setelah mengetahui ada tunggakan pembayaran gaji pemain sampai empat bulan. Ia memang mengetahui ada tunggakan gaji pemain, tapi saya kira cuma satu bulan. Barnadi juga setuju dengan keinginan mantan pemain Persik yang hendak bertemu dengan manajemen untuk menyelesaikannya. "Saya berharap hal ini segera beres," harap dia.
Sementara itu, sejumlah mantan pemain Persik Kediri mendatangi Kantor Pemkot Kediri guna menanyakan gaji mereka yang masih tertunda. Para pemain itu mencari Anang Kurniawan, mantan Manajer Persik yang juga Staf Ahli Wali Kota Kediri, Selasa (26/5) dan diulang kembali, Rabu (27/5). Mereka menagih janji Anang Kurniawan karena gaji mereka selama empat bulan sampai sekarang masih belum dibayar. Mereka sengaja ke kantor Pemkot Kediri setelah mengetahui kantor Persik di Jalan Diponegoro 7 ditutup.
"Kami yang semula menjadi pemain sudah melaksanakan tugas dan kewajiban namun hak kami (gaji) hanya dijanjikan terus. Lha sampai sekarang, pascapembekuan kompetisi janji manajer masih belum direalisasikan," ujar RS, mantan stopper Persik yang sudah berkali-kali menagih tunggakan gajinya kepada manajemen Persik, namun masih saja diberikan janji-janji semata.
Saat mendatangi ruangan staf ahli Wali Kota Kediri itu, ternyata sudah kosong. Demikian pula di Kantor Sekretariat Persik tidak ditemukan. Pemain juga sempat mendatangi rumah Anang, tapi tidak ada yang menemui. Para pemain masih mengupayakan untuk bertemu Anang karena mereka perlu mendapatkan kejelasan tentang gaji yang belum terbayarkan. Selain soal gaji, para pemain juga mempertanyakan soal cicilan sepeda motor yang macet.
Masalahnya sejak gaji macet, cicilan sepeda motor juga ikut macet. Akibatnya pemain harus menalangi lebih dulu cicilan sepeda motor. Malahan ada beberapa sepeda motor yang terancam diambil kembali oleh dealer. Para pemain sejauh ini masih menunggu itikat baik Anang untuk menemui pemain. "Kami masih menunggu kesediaan Mas Anang untuk menemui kami," ujar RS mewakili teman-temannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




