Pasien Suspek Flu Burung Meninggal
Rabu, 25 Januari 2012 | 15:39 WIB
Setelah dirawat di ruang isolasi selama lima hari.
Setelah lima hari dirawat, pasien bernama, Rohmad (18), warga Mekarsari, Panongan, Kabupaten Tangerang, penderita suspek flu burung akhirnya meninggal dunia di ruang isolasi, RSUD Tangerang, hari ini, pukul 12.30 WIB.
Sebelumnya ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang.
"Pasien meninggal siang ini saat masih menjalani perawatan di ruang isolasi," kata Kepala Humas RSUD Tangerang, Achmad Muchlis, hari ini.
Ia mengatakan, Rohmad meninggal akibat gagal pernafasan. Sebelumnya kondisi pasien, lanjut Achmad, memang sudah kritis sejak kali pertama masuk ruang Isolasi flu burung.
Meski demikian ia tidak bisa memastikan apakah pasiennya itu meninggal akibat virus H5N1. Achmad hanya bisa mengatakan, bahwa hingga kini belum diketahui apa penyebab kematian pasiennya itu.
Ini dikarenakan hasil observasi di lingkungan rumah Rohmad yang dilakukan dinas kesehatan kemarin negatif. Begitu pula dengan hasil pemeriksaan laboratoriumnya, negatif juga.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan, dua tes awal terhadap suspek flu burung di RSUD Tangerang terhadap Rohmad, tidak menemukan adanya infeksi virus H5N1.
"Kita sebut suspek karena mengalami gelaja klinis mirip flu burung termasuk pneumonia, tapi pneumonia kan penyebabnya banyak, bisa jadi disebabkan pneumokokus," kata Menkes, kemarin (24/1).
Kini jenazah yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi, lalu dipindahkan ke kamar jenazah sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan.
Setelah lima hari dirawat, pasien bernama, Rohmad (18), warga Mekarsari, Panongan, Kabupaten Tangerang, penderita suspek flu burung akhirnya meninggal dunia di ruang isolasi, RSUD Tangerang, hari ini, pukul 12.30 WIB.
Sebelumnya ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang.
"Pasien meninggal siang ini saat masih menjalani perawatan di ruang isolasi," kata Kepala Humas RSUD Tangerang, Achmad Muchlis, hari ini.
Ia mengatakan, Rohmad meninggal akibat gagal pernafasan. Sebelumnya kondisi pasien, lanjut Achmad, memang sudah kritis sejak kali pertama masuk ruang Isolasi flu burung.
Meski demikian ia tidak bisa memastikan apakah pasiennya itu meninggal akibat virus H5N1. Achmad hanya bisa mengatakan, bahwa hingga kini belum diketahui apa penyebab kematian pasiennya itu.
Ini dikarenakan hasil observasi di lingkungan rumah Rohmad yang dilakukan dinas kesehatan kemarin negatif. Begitu pula dengan hasil pemeriksaan laboratoriumnya, negatif juga.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan, dua tes awal terhadap suspek flu burung di RSUD Tangerang terhadap Rohmad, tidak menemukan adanya infeksi virus H5N1.
"Kita sebut suspek karena mengalami gelaja klinis mirip flu burung termasuk pneumonia, tapi pneumonia kan penyebabnya banyak, bisa jadi disebabkan pneumokokus," kata Menkes, kemarin (24/1).
Kini jenazah yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi, lalu dipindahkan ke kamar jenazah sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




