Kemlu: Penangkapan 10 WNI di Turki Hanya Salah Paham
Rabu, 3 Juni 2015 | 12:42 WIB
Jakarta - Juru bicara Kementrian Luar Negeri (Kemlu), Arrmanatha Nasir mengatakan, penangkapan 10 WNI di Turki yang diduga ingin bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (IS) hanya kesalahpahaman belaka.
Pria yang akrab disapa Tata ini menuturkan, dari keterangan yang diperoleh, 10 WNI itu bermaksud mengunjungi Turki pada 29 Mei - 3 Juni 2015, dalam rangka pertemuan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat di Turki, Humanitarian Relief Foundation.
"Mereka juga akan menghadiri peringatan Mavi Marmara (peristiwa ditembaknya kapal Mavi Marmara milik Turki oleh tentara Israel) di Istanbul serta penyaluran bantuan kemanusiaan secara langsung kepada para pengungsi Suriah di kota Hatay," ujar Tata saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Rabu (3/6).
Ia mengatakan, dua WNI sudah dipulangkan kemarin malam ke Indonesia, sementara delapan lainnya akan kembali hari ini.
Tata menceritakan awal mulanya, ketika 10 WNI tersebut dituduh akan bergabung dengan IS, Senin (1/6) sekitar 17.00 waktu setempat.
KJRI Istanbul menerima laporan dari kepala polisi Istanbul unit antiterorisme, yang menginformasikan bahwa ada 10 WNI yang tergabung dalam Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) bersama dengan dua warga Suriah ditahan di Bandara Ataturk Istanbul, dalam perjalanan menuju Hatay, salah satu kota di Turki yang berbatasan langsung dengan negara Suriah.
Dari keterangan polisi, saat ke-10 orang tersebut berada di pesawat dan siap lepas landas, salah seorang penumpang pesawat mendengar percakapan beberapa anggota FIPS dalam Bahasa Arab dan menangkap beberapa kalimat yang membicarakan mengenai jihad dan IS.
Karena kecurigaan tersebut, penumpang kemudian melapor kepada kru pesawat, yang kemudian menghubungi kepolisian bandara. Ke-10 orang tersebut, beserta dua warga Suriah dibawa ke kantor kepolisian bandara.
Tata menjelaskan, tim FIPS, bersama-sama dengan 10 WNI berniat akan memberi sumbangan kepada salah seorang warga Suriah yang memiliki pondok pesantren di Kota Idlib, Suriah.
Tim FIPS menyampaikan bahwa saat tiba di Hatay, ke-10 WNI itu akan dibantu oleh warga Suriah, yang merupakan salah seorang relawan yang tergabung dalam ikatan dokter Suriah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




