Setelah Myanmar, Lippo Bidik Nepal

Sabtu, 6 Juni 2015 | 00:36 WIB
FN
WP
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: WBP
CEO Lippo group James T. Riady (kanan) bersama Chairman of Serge Pun & Associates (SPA) Serge Pun di Yangon, Myanmar, 5 Juni 2015.
CEO Lippo group James T. Riady (kanan) bersama Chairman of Serge Pun & Associates (SPA) Serge Pun di Yangon, Myanmar, 5 Juni 2015. (Primus Dorimulu/ Beritasatu.com)

Yangon- Setelah masuk ke Myanmar melalui bisnis rumah sakit, Lippo Grup berniat menjajaki pasar Nepal, Kamboja, dan Vietnam untuk bisnis yang sama.

Chief Executive Officer Lippo Group James T. Riady mengatakan, perseroan berminat lebih banyak merambah negara di ASEAN karena negara-negara ini mempunyai semangat persaudaraan yang kuat.

"Rumah sakit merupakan bagian yang penting dari pengembangan bisnis di luar negeri. Ada semangat brotherhood. Misalnya Myanmar itu seperti adik Indonesia, dan Indonesia dianggap seperti saudara tua," kata James di sela kunjungan ke Pun Hlaing Siloam Hospital di Yangon, Myanmar, Jumat (5/6)

Menurut James, dalam melakukan ekspansi, Lippo Grup selalu bergerak berdasarkan visi, bukan hanya sekadar komersial. Sehingga, ke depannya tidak menutup kemungkinan perseroan mengembangkan bisnis lain di Myanmar.

"Untuk tahap awal, kita belajar dahulu bagaimana sistem regulasi dan perizinan di Myanmar. Kalau nanti ada kesempatan, mungkin kita bisa bangun mall di sini," ujar dia.

Menurut James, untuk merambah negara Asia yang lain, pihaknya masih membutuhkan waktu guna mempelajari potensi pasar setempat. Bila berjalan mulus, perseroan akan masuk ke Nepal dalam waktu 12 hingga 18 bulan ke depan. "Srilangka juga salah satu pasar yang diminati, mungkin kami bisa jajaki dalam satu atau dua tahun ke depan," ujar James

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon