Basuki Kembali Akan Rombak Pejabat Eselon II

Sabtu, 6 Juni 2015 | 00:49 WIB
LT
WP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: WBP
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan selamat kepada pejabat yang usai dilantik untuk menjabat Administrasi di halaman kantor Balaikota Jakarta, 18 Mei 2015.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan selamat kepada pejabat yang usai dilantik untuk menjabat Administrasi di halaman kantor Balaikota Jakarta, 18 Mei 2015. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan telah menerima hasil evaluasi para pejabat eselon II yang telah dilantik pada awal tahun 2015. Berdasarkan hasil evaluasi, pria yang akrab disapa Ahok ini kembali akan merombak pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI.

"Saya sudah pegang hasil evaluasi pejabat eselon II yang dilantik awal tahun ini. Tapi untuk siapa saja pejabat yang akan dilantik masih dalam pendataan," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (5/6).

Ahok mengatakan, perombakan tersebut harus sudah rampung sebelum bulan puasa. Bahkan pelantikan para pejabat eselon II diharapkan bisa dilakukan pada 16 atau 17 Juni 2015. "Maunya sebelum puasa pelantikannya. Kira-kira tanggal 16 atau 17 Juni," ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini melihat kinerja pejabat eselon II belum maksimal. Padahal mereka telah diberikan hak istimewa memilih pejabat eselon III dan IV untuk membantu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

"Kemarin kan sudah dikasih kesempatan pilih stafnya sendiri. Tanggal 2 Januari sudah ganti eselon II. Dalam perjalanannya bisa lihat orang ini tidak baik. Kami tawarkan mau ganti siapa pejabat di bawahnya. Nah sudah ganti orang, tapi di lapangan masih memble juga," ungkapnya.

Ahok melihat hanya ada satu pejebat eselon II yang mendapat nilai di atas 60. Namun Basuki tak mau ambil pusing dengan nilai yang didapat oleh para pejabat. "Saat tes semuanya nilainya parah. Cuma ada satu yang nilainya di atas 60. Saya enggak perlu orang yang otaknya besar kok, tapi butuh orang yang ototnya besar. Yang otot dan nyali sarafnya besar. Kemampuan managerial golongan yang tinggi-tinggi ini sebenarnya payah juga," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon