Tangkal ISIS dan Teroris dengan Perkuat Nilai-Nilai Kebangsaan

Selasa, 9 Juni 2015 | 21:54 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Ilustrasi teroris
Ilustrasi teroris (Antara/Antara)

Jakarta - Akhir April lalu, tiba-tiba masyarakat Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikejutkan dengan penangkapan terduga teroris Syarifudin (24) di Puar Lolo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) oleh tim gabungan Polri dan TNI serta warga sipil.

Syarifudin disebut juga sebagai anggota ISIS yang bergabung dengan kelompok Santoso yang bermarkas di Palu, Sulawesi Tengah.
Kehadiran teroris itu sungguh menganggu ketenangan masyarakat Flores.

Pasalnya selama ini masyarakat Flores hidup nyaman, jauh dari gerakan radikal dan pemikiran ekstrim. Hadirnya terduga teroris itu mengoyak rasa persaudaraan diantar masyarakat Flores.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan NTT, Adrianus Garu mengemukakan salah satu upaya untuk menangkal gerakan ISIS dan teroris adalah dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Empat pilar utama bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus terus digelorakan dan diwartakan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal itu agar selalu muncul rasa cinta terhadap bangsa, cinta terhadap sesama dan cinta akan persatuan.

"Jika pemahaman terhadap empat pilar bangsa itu kendor maka paham ISIS yang ingin mendirikan negara Islam akan mudah berkembang," kata Adrianus dalam Sosialisasi Empat Pilar di Ruteng, kabupaten Manggarai, NTT, Senin (8/6).

Dalam keterangan pers yang diterima SP, Selasa (9/6) malam, Adrianus mengemukakan para teroris juga bisa memanfaatkan kerapuhan akan nilai-nilai kebangsaan untuk menyerang dan membunuh sesama hanya karena beda ideologi atau pemahaman. Yang tidak sejalan dengan pandangan akan disingkirkan, bahkan dibunuh.

Upaya pencegahan supaya tidak menjalarnya aksi teroris dan jaringan ISIS adalah perkuat nilai-nilai kebangsaan.

"Kalau nilai-nilai kebangsaan tidak dipegang dengan baik, gerakan ISIS dan teroris akan mudah mengoyang kita. Karena itu, kita jangan bosan-bosan bicarakan dan bahas nilai-nilai kebangsaan. Hanya dengan sosialisasi seperti ini, kita masih terus diingatkan akan kebersamaan dan menjauhkan diri dari pengaruh ISIS maupun teroris," tegas anggota Komite IV DPD ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon