Aksi Jual Asing Masih Wajar, Indeks Mampu Bertahan di Atas 5.000 (1)
Kamis, 11 Juni 2015 | 10:53 WIB
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil rebound pada perdagangan Rabu (10/6) dari posisi sehari sebelumnya yang terpuruk cukup dalam. Kemarin, IHSG ditutup naik 33,68 poin (0,69 persen) ke level 4.933,56. Hingga akhir semester I-2015, IHSG diperkirakan mampu bertahan di atas level 5.000. Adapun hingga akhir tahun, indeks diperkirakan berada di kisaran 5.800-6.000.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan investor asing dalam beberapa hari terakhir masih dalam batas wajar. Karena itu, investor domestik tidak perlu panik dalam menyikapinya.
Kemarin, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 500 miliar. Dengan demikian, secara year to date (ytd) hingga Rabu (10/6) kemarin, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 4,69 triliun di pasar saham.
"Investor domestik tidak perlu panik ketika asing terus melalukan net sell. Kita bisa lihat pada kondisi 2008, semua investor baik asing maupun domestik panik melakukan aksi jual. Tapi justru setelah itu asing kembali lagi masuk ketika saham sedang murah," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito, kemarin.
Dia meyakini, aksi jual tersebut merupakan suatu siklus yang wajar terjadi di pasar modal. Sebab, sejak awal tahun ini investor asing sudah banyak melakukan aksi beli.
Dalam beberapa bulan ke depan, lanjut dia, dana asing bakal masuk lagi ke pasar modal seiring dengan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi makro Tanah Air.
Dia menambahkan, pihaknya tetap optimistis BEI masih mampu menjaring 32 emiten serta membukukan rata-rata transaksi perdagangan sebesar Rp 7 triliun per hari pada tahun ini.
Menurut dia, minat calon emiten untuk listing di BEI tidak selalu berhubungan erat dengan laju pertumbuhan IHSG. "Sebagai contoh, pada 2013, pertumbuhan IHSG itu minus, tapi BEI masih bisa menjaring 31 emiten baru. Sementara tahun 2014, IHSG tumbuh 22,3 persen, tapi jumlah emiten baru yang listing sebanyak 24 emiten," ucap dia.
Sementara itu, nilai tuar rupiah menguat pada perdagangan kemarin. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi Rp 13.329 per dolar AS atau menguat 33 poin dari posisi Selasa (9/6) sebesar Rp 13.362 per dolar AS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




