Aksi Jual Asing Masih Wajar, Indeks Mampu Bertahan di Atas 5.000 (2)

Kamis, 11 Juni 2015 | 10:53 WIB
MS
FN
MF
FB
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Investor Daily / David Gitaroza)

Technical Rebound
Analis Infovesta Utama Edberd Suryajaya mengatakan, penguatan IHSG pada perdagangan kemarin merupakan technical rebound yang belum bisa membawa IHSG ke tren naik. "Biasanya rebound tidak sampai ke jangka panjang, kecuali didukung fundamental, termasuk laba emiten. Untuk saat ini masih belum terlihat," jelas Edberd kepada Investor Daily, Rabu (10/6).

Menurut dia, yang bisa mendongkrak kinerja indeks masih di seputar makroekonomi, baik dari kebijakan pemerintah dan data-data ekonomi. "Yang paling utama adalah implementasi pembangunan infrastruktur yang masih belum terealisasi sampai mendekati akhir semester I-2015," ujar dia.

Dia memperkirakan hingga akhir Juni, IHSG masih cenderung fluktuatif dan hingga akhir tahun masih bisa berada di atas level 5.000. "Sentimen utamanya memang spekulasi kenaikan suku bunga The Fed," papar dia.

Menurut dia, price earning ratio (PER) IHSG sebesar 17 kali bergantung dengan laba emiten di kuartal I-2015 yang melemah, dan diharakan akan ada sentimen positif yang membuat valuasi menjadi murah.

Dia merekomendasikan sektor konsumsi akan bagus tahun ini. "Karena memang tidak ada matinya, orang tetap butuh makan dan minum walaupun krisis. Saham-saham pilihan adalah UNVR dan KLBF," ucap dia.

Dihubungi terpisah, analis Danareksa Sukuritas Lucky Bayu Purnomo juga berpendapat, kenaikan IHSG kemarin masih merupakan technical rebound. Ini karena kondisi pasar global dan mayoritas mata uang di Eropa dan Asia masih melemah terhadap dolar AS.

"Kenaikan IHSG sebesar 0,69 persen belum cukup solid, karena paling tidak harus 1 persen, ini mencerminkan keraguan pasar. Naik 33 poin juga tidak mencerminkan pasar memberikan apresiasi positif, minimal naiknya 50 poin," papar dia.

Namun, di saat pasar tertekan seperti sekarang ini, pelaku pasar bisa mencari kesempatan dalam kesempitan. "Pelaku pasar bisa mengakumulasi saham-saham emiten yang fundamentalnya solid dan kapitalisasinya besar, karena sedang ada diskon yang ditawarkan pasar," jelas dia.

Dia memproyeksikan IHSG bisa bertengger di rentang 4.700- 5.500 hingga akhir semester I-2015. Namun, targetnya turun di 4.750 karena sentimen negatif masih jauh lebih dominan. "Infrastruktur juga masih belum diperhatikan, karena pemerintah fokus utamanya masih di penegakkan hukum. Diharapkan proyek infrastruktur segera terealisasi di semester kedua, sehingga IHSG bisa ditutup di level 5.700-5.800," jelas dia.

Menurut dia, saat ini pelaku pasar menjadi hati-hati dan selektif, menyebabkan minimnya transaksi, menguragi likuiditas sehingga indeks jadi rawan koreksi. Sentimen yang berasal dari regional Asia yaitu indeks Hang Seng (Hong Kong), Strait Times (Singapura), Nikkei (Jepang) bisa menjadi kontributor positif untuk kinerja IHSG yang termasuk dalam perhitungan emerging market.

"Data indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencerminkan IHSG sedang dalam kondisi murah. Pelaku pasar akan memberikan bobot, bisa mendorong bursa tapi hanya untuk jangka pendek," jelas dia.

Untuk jangka panjang, lanjut dia, belum ada sentimen positif hingga pemerintah bisa meluncurkan paket strategi untuk perbaikan ekonomi. Inflasi bulan ini diperkirakan masih cukup tinggi di angka 0,36 persen, pertumbuhan ekonomi menyusut ke 4,79 persen dari target 5,12 persen, dan rupiah terus tergerus mendekati batas psikologis Rp 13.550 per dolar AS, harga-harga pangan melambung namun masih banyak pengangguran.

Menurut dia, sektor konsumer akan bagus karena terkena dampak Puasa dan Lebaran yang membuat permintaan meningkat. "Saham-saham sektor konsumer ada RALS, MPPA, MAPI, KLBF, dan UNVR. Selain itu, sektor infrastruktur tetap bisa berkembang, dan saham-saham pilihan bisa BUMN yaitu ADHI, WSKT, PTPP dan WTON," ucap dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon