Bupati Banyuwangi Siap Fasilitasi Pemulangan Jenazah Angeline
Kamis, 11 Juni 2015 | 11:30 WIB
Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyatakan siap memfasilitasi pemulangan jenazah Angeline dari Denpasar ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memulangkan jenazah bocah berusia 8 tahun yang meninggal tragis akibat dibunuh di Denpasar.
"Kami ikut berduka cita sedalam-dalamnya dengan kejadian tersebut," kata Anas, di Banyuwangi, Kamis (11/6).
Anas mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membawa pulang jenazah Angeline dari Bali ke Banyuwangi.
"Kami melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Bali, Dinas Sosial, Camat Glenmore (kecamatan tempat keluarga Angeline di Banyuwangi), dan pihak kepolisian. Mereka sudah bergerak untuk memproses pemulangan jenazah," tambah dia.
Pemkab Banyuwangi, jelas Anas, pada tahun 2012 yang lalu sudah menghibahkan ambulans untuk Ikawangi Bali agar jika ada warga yang merantau di sana mengalami masalah kesehatan bisa terbantu.
Terlebih, kata dia, relasi Banyuwangi dan Bali memang dekat dengan transaksi ekonomi yang luar biasa, di mana produk Banyuwangi banyak menyuplai Bali, sehingga mobilitas orang dari kedua wilayah cukup besar.
"Karena itu, masyarakat Banyuwangi di sana membentuk Ikawangi dan Pemda memfasilitasi ambulans untuk membantu jika ada masalah di Bali. Seperti saat ini, koordinasi Pemkab Banyuwangi dan Ikawangi Bali sangat diperlukan," jelasnya.
Untuk di Banyuwangi, lanjut Anas, Camat Glenmore sudah mengurus persiapan kedatangan jenazah nantinya di Dusun Tulungrejo, Wadungpal, Glenmore, Banyuwangi.
Pihak kepolisian juga siap membantu perjalanan pemulangan jenazah dari Bali ke Banyuwangi.
"Kami juga sudah mengontak pihak operator penyeberangan untuk kelancaran penyeberangan dari Bali ke Banyuwangi saat membawa jenazah adik Angeline," kata Anas.
Seperti diketahui, Angeline adalah bocah 8 tahun yang dilaporkan hilang di Denpasar. Setelah 20 hari hilang, jenazah Angeline ditemukan di areal pekarangan rumah orangtua angkatnya.
Angeline merupakan anak dari warga Banyuwangi yang melahirkan di Bali delapan tahun lalu. Angeline kemudian diadopsi oleh keluarga lain di Denpasar. Delapan tahun setelah diadopsi, Angeline dilaporkan hilang lalu ditemukan telah meninggal.
"Bagaimana pun juga, adik Angeline adalah keturunan warga Banyuwangi yang kebetulan dulu merantau ke Bali. Jadi sesuai dengan keinginan keluarga yang tinggal di Banyuwangi, jenazah akan dimakamkan di Banyuwangi. Karena itu, Pemkab Banyuwangi dan Ikawangi Bali memfasilitasinya," pungkas Anas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




