Pengungsi Erupsi Sinabung Butuh Susu untuk Anak

Kamis, 11 Juni 2015 | 13:04 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sejumlah warga pengungsi Gunung Sinabung beristirahat di posko pengungsian sementara di Kaban Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, 3 Juni 2015.
Sejumlah warga pengungsi Gunung Sinabung beristirahat di posko pengungsian sementara di Kaban Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, 3 Juni 2015.

Medan - Sejumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara yang berada di lokasi penampungan mengharapkan bantuan susu untuk anak-anak mereka yang masih di bawah umur lima tahun.

"Saat ini, para orang tua yang tinggal di Posko sangat memerlukan bantuan susu dari Pemerintah Kabupaten Karo dan para dermawan untuk anak-anak mereka yang masih kecil," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Jhonson Tarigan dihubungi dari Medan, Kamis (11/6).

Sebelumnya, sebanyak 2.753 warga Desa Pancur dan Desa Pintu Besi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, berada di radius tujuh kilometer dari Gunung sinabung telah diungsikan ke tempat yang lebih aman di lokasi penampungan di Kabanjahe.

Evakuasi penduduk tersebut karena Gunung Sinabung berubah status dari Level III "Siaga" menjadi Level IV "Awas" yang terjadi selama beberapa hari ini, dan sangat membahayakan.

Dia menjelaskan, selain susu tersebut, pengungsi juga memerlukan selimut yang agak tebal, karena kondisi di kota Kabanjahe sangat dingin, pembalut wanita dan perlengkapan lainnya.

Badan Geologi mengumumkan, volume kubah lava Gunung Sinabung meningkat menjadi lebih dari 3.000 meter kubik dan dalam kondisi labil.

Kondisi itu menyebabkan Gunung Sinabung berpotensi mengeluarkan guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke arah selatan dan tenggara dengan jangkauan diperkirakan sejauh tujuh kilometer.

Dengan peningkatan status itu, direkomendasikan agar masyarakat yang bermukim dalam radius tujuh kilometer arah selatan dan tenggara Gunung Sinabung segera diungsikan ke tempat yang aman.

Tujuh desa dan satu dusun yang direkomendasikan untuk direlokasi yaitu Desa Sukameriah, Desa Bekerah, Desa Simacem, Desa Gurukinayan, Desa Kotatongsa, Desa Berastepu, Desa Gamber, dan Dusun Sibintun.

Menurut catatan, Gunung Sinabung terus bergolak secara fluktuatif sejak meletus pada 15 September 2013 hingga sekarang. Status Awas pernah diberlakukan pada 23 November 2013 hingga 8 April 2014.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon