PKPI Bangga Bang Yos Diusulkan Jadi Kepala BIN
Kamis, 11 Juni 2015 | 13:08 WIB
Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso diajukan sebagai calon tunggal Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keluarga besar PKPI bangga atas kepercayaan Presiden tersebut.
"Kami merasa banga bersyukur bahwa kader kami yang terbaik, ketum kita diberikan kepercayaan oleh Presiden untuk memimpin badan yang strategis yaitu BIN.Tentu kita harap prosesnya lancar dan bisa diterima serta dilantik sebagai Kepala BIN," kata Sekretaris Jenderal DPN PKPI Didi Supriyanto, di Jakarta, Kamis (11/6).
Menurutnya, pilihan Presiden sangat tepat. "Sangat tepat. Bang Yos ini dedengkot intelejen. Terutama, saat beliau penugasan di peperangan. Keseharian Bang Yos lekat sebagai orang intelejen," ujarnya.
Berpengalaman. Kata itulah yang menjadi alasan Presiden mengajukan Sutiyoso.
Sutiyoso atau yang akrab dipanggil Bang Yos dinilai sangat kompeten menggantikan Letjen (Purn) Marciano Norman.
"Saya telah mengajukan pencalonan Sutiyoso sebagai Kepala BIN. Ini saya juga sudah melalui banyak pertimbangan dan memperhatikan baik rekam jejak maupun kompetensi dari Pak Sutiyoso terutama di dunia intelejen dan militer," kata Jokowi.
Dunia intelejen memang menghiasi perjalanan kehidupan Bang Yos ketika masih aktif di TNI. Sepanjang periode 1988-1992, Bang Yos menjabat Asisten Personil, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Bang Yos juga pernah terpilih sebagai komandan resimen terbaik se-Indonesia yang membuatnya dipercaya menjabat Kepala Staf Kodam Jaya pada 1994. Prestasi tersebut lantas menjadikannya Panglima Kodam Jaya.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, seluruh informasi sepak terjang Bang Yos sudah diperoleh Presiden. Pratikno menuturkan, Bang Yos pernah menjadi Komandan Peleton Combat Intel dalam operasi di Kalimantan Barat, Intel tempur operasi Flamboyan di Timor Timur, Operasi Seroja di Timor Timur dan intel tertutup untuk Gerakan Aceh Merdeka.
"Tentu ini memperkaya pengalaman beliau, selain intelijen, juga pemerintrahan. Itu pertimbangan beliau (Presiden Jokowi) mengajukan nama Sutiyoso," kata Pratikno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




