Hindari Stigma Negatif, Foto Anak Korban Kekerasan Jangan Dipublikasi
Rabu, 17 Juni 2015 | 19:04 WIB
Jakarta - Menurut Child Protection Specialist Wahana Visi Indonesia (WVI), Emmy Lucy, sebaiknya foto anak-anak korban kekerasan tidak dipublikasi di internet atau media manapun. Hal itu tentu akan membuat pihak keluarga tidak nyaman saat melihatnya.
"Terutama bagi anak korban kekerasan seksual, di mana ditakutkan anak tersebut akan mendapat stigma negatif dari masyarakat. Dan korban pun akan semakin merasa dirinya tidak berharga lagi. Jadi, sebaiknya minimalisir segala informasi tentang korban tersebut untuk dipublikasi," terang Emmy kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (17/6).
Kemudian, WVI juga menghimbau dan memiliki kode etik agar tidak menampilkan foto anak-anak yang sedang bersedih atau sedang melakukan pekerjaan yang berat. Karena hal itu bisa menimbulkan trauma tersendiri bagi anak lain yang melihatnya.
"Kita harusnya menampilkan anak-anak yang bahagia agar bisa mempromosikan kalau dunia ini aman dan layak untuk anak," tandasnya.
Bahkan WVI juga menghimbau masyarakat untuk tidak terlalu sering memberikan informasi terkait anaknya di jejaring sosial. Seperti memberi tahu lokasi anaknya saat ini berada atau informasi lainnya.
"Kalau bisa jangan terlalu sering, karena kita tidak pernah tahu tindak kejahatan datang dari mana," imbuh Emmy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




