Hari Diplomasi Iklim, Uni Eropa Adopsi Gajah dari Leuser
Kamis, 18 Juni 2015 | 12:36 WIB
Jakarta - Dalam rangka European Climate Diplomacy Day pada 17 Juni, Delegasi Uni Eropa di Jakarta telah mengadopsi Aras, anak gajah dari Kawasan Ekosistem Leuser, sebagai maskot untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Kawasan Ekosistem Leuser, yang luasnya 2,6 juta hektare (ha) terletak di antara Provinsi Aceh dan Sumatra Utara. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati, yang merupakan salah satu di antara 25 ekosistem dunia yang kian kritis. Kawasan ini merupakan satu-satunya tempat di Bumi dengan areal yang cukup luas untuk menjamin kelangsungan hidup jangka panjang populasi spesies-spesies langka, termasuk orangutan, harimau, gajah dan badak.
Salah satu dari upaya Uni Eropa adalah Program Pembangunan Leuser (LDP), yang berlangsung pada 1997-2004 untuk mendukung pelestarian jangka panjang ekosistem dan pembangunan berkelanjutan dari kawasan sekitarnya.
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dari LDP, Yayasan Leuser Internasional (YLI) telah didirikan untuk melanjutkan kegiatan pelestarian.
Satu aktivitas yang berhasil bertahan lama setelah berakhirnya pendanaan lembaga donor adalah unit patroli gajah (UPG), Aras Napal, yang dibentuk oleh LDP pada 2000, dengan mendatangkan gajah-gajah terlatih dari selatan Sumatra untuk mengawasi dan melindungi bagian timur Kawasan Ekosistem Leuser serta kawasan sekitar hutan Aras Napal.
Saat ini UPG memiliki tiga gajah dewasa, Aini, Tanti dan Dion. Tanti melahirkan bayi gajah bernama Aras, pada 29 Juni 2008.
"Dengan adanya masalah perubahan iklim yang semakin memprihatinkan, upaya menjaga keutuhan Kawasan Ekosistem Leuser menjadi semakin penting dan menjadi tanggung jawab mendesak kita untuk memiliki komitmen seperti yang ditunjukkan oleh Aras muda dalam kesehariannya di UPG," ucap Franck Viault, Kepala Bagian Kerjasama dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




