Temui Menpora, Djohar Tepis Dualisme dalam PSSI

Selasa, 23 Juni 2015 | 21:53 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Djohar Arifin Husein.
Pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Djohar Arifin Husein. (SP/Hendro D Situmorang)

Jakarta - Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 Djohar Arifin menegaskan pertemuannya dengan Menpora Imam Nahrawi bukan menjadi pertanda adanya dualisme kepemimpinan dalam tubuh PSSI.

Menurut Djohar, pertemuannya bukan untuk membentuk kepengurusan PSSI yang baru. Ia pun tak ingin lagi terjadi dualisme dalam PSSI seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

"Jangan sampai (ada) dualisme. Saya enggak mau. Saya tidak ingin itu terjadi lagi. Saya juga tidak ingin menjadi ketua umum lagi. Saya hanya ingin memuluskan hubungan PSSI dengan pemerintah. Kami dekati pemerintah. Mudah-mudahan ini lancar sehingga pemerintah mencabut sanksi PSSI. Saya tidak ingin membuat PSSI baru, sekjen baru," tegas Djohar di kantor Kempora, Jakarta, Selasa (23/6).

Bagi Djohar, dengan merapat ke Kempora, bukan berarti dualisme tercipta dan meniadakan pengurus hasil kongres PSSI di Surabaya dimana La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2019.

Djohar juga menyangkal mencari kekuasaan terkait putusannya memenuhi undangan Menpora. Djohar mengaku hanya ingin menyelamatkan sepakbola Indonesia pasca-pembekuan PSSI.

"Saya tidak ingin memburu kekuasaan. Saya hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan ribuan pemain yang tidak tentu makannya. Kalau kompetisi belum jalan, ya turnamen harus ada. Yang terpenting anak-anak, yakni para pemain, bisa bermain lagi," ujarnya.

Menpora memilih tidak mengundang La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2019. Alasannya, Menpora tidak mengakui hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Sabtu, 18 April lalu, mengingat sehari sebelumnya telah menerbitkan SK Pembekuan PSSI.

Disinggung soal tersebut, Djohar menggarisbawahi pentingnya hubungan serasi antara PSSI dan pemerintah. "Saya ingin menyelamatkan sepakbola. Sebab, KLB kemarin ditolak pemerintah. Di negara manapun, pengurus olahraga tidak boleh bertentangan dengan pemerintah," tandas Djohar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon