Mendikbud Lepas 89 Siswa BBM ke 3 Kota

Kamis, 25 Juni 2015 | 20:15 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Mendikbud Anies Baswedan menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo dan sejumlah media massa Jerman di Istana Negara, Jakarta, 3 Juni 2015
Mendikbud Anies Baswedan menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo dan sejumlah media massa Jerman di Istana Negara, Jakarta, 3 Juni 2015 (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, melepas 89 siswa yang telah lolos seleksi untuk mengikuti program belajar bersama maestro (BBM). Program magang ini dilaksanakan selama 10 hari di tiga kota di tempat 10 maestro berdomisili yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ketiga kota yang dimaksud adalah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Menurut Anies, program BBM merupakan kegiatan yang dirintis oleh Kemdikbud dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik melalui pendidikan kebudayaan dengan magang secara langsung pada maestro-maestro terkemuka di Indonesia. Untuk itu, pendiri Indonesia Mengajar ini meminta para siswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

"Tujuan kita menemukan bibit potensial dari maestro yang sudah teruji," kata Anies pada acara pelepasan siswa BBM di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (25/6) sore. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah perwakilan maestro dan Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan.

Lebih jauh, Anies berhatrap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Bahkan, ke depannya, untuk meningkatkan program BBM ini, diupayakan dapat bekerja sama dengan dinas pendidikan kota, agar para siswa tidak hanya berperstasi di bidang sains, tetapi di bidang-bidang lainnya, seperti seni dan olahraga.

Para maestro yang terpilih di Bandung terdiri dari Nyoman Nurarta, bidang seni Patung, Tan De Seng dari seni musik khususnya gitar, kecapi, dan sulin, Sam Udjo dari musik angklung, dan Irawati Durban dari seni tari.

Sementara itu, maestro dari Yogyakarta, adalah Supadminingtyas sebagai maestro sinden, Nasirun maestro dari Solo di bidang lukis, dan Didik Nini Towok dari bidang tari. Sedangkan, dari Jakarta, ada Aditya Gumay dari teater, Purwacaraka dari komposer, dan Gilang Ramadhan dari musik.

Mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut tidak lupa menyampaikan pesannya kepada para siswa untuk terus tekun dan menjadikan proses belajar sebagai hal yang menyenangkan. Anies menunjuk banyaknya anak-anak Indonesia yang tidak memiliki kesempatan yang sama seperti yang dialami para siswa tersebut.

"Kalian mendapat pelajaran yang orang lain hanya dapat memimpikannya saja. Bayangkan, Anda bisa belajar bersama komposer ternama Purwacaraka, hal mana hanya menjadi cita-cita anak-anak lainnya," ujar Anies.

Anies menegaskan anak-anak harus melihat kesehariannya dan harus mendedikasikan menjadi seorang maestro. Jangan melihat para maestro mendadak menjadi maestro, lihatlah proses, bagaimana mereka menjadi maestro dengan selalu mencatat setiap hari kegiatan yang dijalani selama bersama maestro.

"Bawa buku harian dan catat tiap hari. Kesempatan yang jarang Anda dapatkan. Anda akan menimba ilmu dan pengalaman yang luar biasa," tegas Anies.

Sementara itu, Kacung Marijan mengatakan, kegiatan BBM diharapkan tetap berlanjut dan akan ditingkatkan pada semester berikutnya dengan penambahan jumlah maestro.

Menurut Kacung, sejauh ini pihaknya berhasil mengumpulkan 274 calon peserta. Namun, yang terpilih hanya 89 siswa dari seluruh tanah air yang memenuhi persyaratan. "Kegiatan ini berlangsung pada saat liburan dan akan menjadi rintisan untuk diadakan pada setiap liburan semester," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon