Purwacaraka Nilai Program BBM Terlalu Singkat
Kamis, 25 Juni 2015 | 20:39 WIB
Jakarta - Salah satu maestro yang dilibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam program Belajar Bersama Maestro (BBM), Purwacaraka, menilai durasi atau waktu penyelenggaran program tersebut yang hanya berlangsung 10 hari dinilainya terlalu singkat.
Di mata komponis terkenal itu, dengan waktu belajar 10 hari, sangat sulit bagi seorang maestro untuk menggali potensi yang dimiliki siswa-siswa yang terpilih mengikuti program BBM.
"Dengan waktu yang terlalu singkat akan sangat sulit menggali potensi-potensi yang dimiliki (para siswa)," ujar Purwacaraka seusai acara pelepasan siswa BBM yang dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, di Gedung Kemdikbud, Kamis, (25/6).
Purwacaraka menambahkan, anak yang akan belajar bersamanya akan diajak belajar secara langsung di lapangan, sesuai dengan jadwal yang telah dibuatnya, guna mengetahui potensi yang dimiliki anak-anak tersebut.
Untuk urusan tempat tinggal siswa, Purwacaraka mengakui, anak yang akan dididiknya tidak akan tinggal di rumahnya. Sebab, rumahnya tengah direnovasi. "Karena rumah saya sedang direnovasi, saya carikan tempat tinggal yang lokasinya berdekatan dengan rumah saya dan kantor," ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Sulaeman, siswa kelas XI SMK 13 Jakarta, yang terpilih dalam program BBM ini, berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan meningkat dalam hal jumlah pesertanya. Sulaeman yang tengah menekuni jurusan teater ini menilai program BBM merupakan ajang bagi anak-anak Indonesia untuk menunjukkan potensinya.
"Saya sangat berharap, program seperti ini akan terus berlanjut. Sebab, programnya sangat menarik dan membantu para siswa untuk menemukan potensinya masing-masing," ujarnya tersenyum.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




