Pasar Tanah Abang Harus Bersih dari PKL Sebelum Lebaran

Senin, 29 Juni 2015 | 21:55 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Petugas Satpol PP membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8). SP/Joanito De Saojoao
Petugas Satpol PP membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8). SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan pedagang kaki lima (PKL) yang kembali berdagang di pinggir jalan harus sudah bersih sebelum Lebaran. Karena itu, penertiban akan terus dilakukan sepanjang Ramadan ini untuk menunjukkan Pemprov DKI tak akan menoleransi lagi PKL Tanah Abang.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan sudah meminta kepada Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadisantoso untuk segera melakukan penertiban PKL Tanah Abang.

Kedua SKPD ini harus bersikap tegas dan tidak ada toleransi dalam melakukan penertiban PKL Tanah Abang di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Saya sudah minta tetap harus tegas, enggak ada toleransi. Harus tetap ditegaskan. Justru Lebaran ini kita harus ketat," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/6).

Banyaknya PKL yang kembali berdagang di pinggir jalan, menurutnya, dikarenakan banyaknya warga, baik dari dalam Jakarta maupun di luar Jakarta, yang berbelanja ke Pasar Tanah Abang. Keberadaan PKL membuat para pengunjung Pasar Tanah Abang malas untuk berbelanja di dalam gedung pasar.

"Makanya kita harus ketat dalam penertiban PKL. Karena semua orang memang niat datang ke Tanag Abang buat belanja. Jadi kita harus buat mereka datang belanja, mau naik ke atas," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat itu mengungkapkan pihaknya telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Pusat untuk melakukan penertiban PKL di Tanah Abang.

"Sudah, saya sudah instruksikan wali kotanya untuk melakukan penertiban. Ini terus kita lakukan menjelang Lebaran," kata Djarot.

Dia memahami para pedagang tersebut berjualan di pinggir jalan untuk mendapatkan uang guna keperluan mereka di hari raya Lebaran. Namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk turun ke jalan yang akhirnya membawa dampak pada kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan Tanah Abang.

"Ya tapi jangan di pinggir jalan, bikin macet lah. Tidak ada alasan mereka berjualan lagi di pinggir jalan. Itu jelas," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon