Soal Kereta Cepat, Basuki Akui Kesulitan Bebaskan Lahan di Halim

Kamis, 2 Juli 2015 | 16:18 WIB
DP
FH
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FER
Ilustrasi Kereta Api Cepat
Ilustrasi Kereta Api Cepat (Istimewa)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, rencana pembangunan kereta cepat dari Jakarta menuju ke Bandung dari kawasan Halim Perdanakusuma, dinilai bakal sedikit sulit untuk masalah pembebasan lahannya.

"DKI disuruh bebaskan lahan di Halim. Siapa yang bisa nyodok 1.200 orang kalau tidak ada rusun dulu? Makanya kami minta Kempupera bikin rusun," ujar Basuki usai rapat di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Kamis (2/7).

Seperti diketahui, pemerintah pusat dan pemerintah Tiongkok sepakat untuk membangun kereta cepat dari Jakarta menuju ke Bandung. Sebelum disepakati kawasan Halim yang akan dijadikan depo pertama, DKI sempat menawarkan kawasan Manggarai.

Hanya saja, di Manggarai lokasi kereta terlalu sempit, mengingat kereta dari Tiongkok ini lebar, berbeda dari kereta Jepang yang selama ini digunakan. Namun itu semua diserahkan kepada pemerintah pusat selaku pemilik proyek.

"Kalau saya pribadi pilih yang sempit, soalnya sudah tanggung. Bukan masalah Tiongkok atau Jepang-nya, bagi saya supaya sama dengan ekreta api yang sudah ada. MRT dan LRT juga sempit, jadi nanti nyambungnya sama," katanya,

Pembangunan dengan jalur yang lebar tersebut, kata Basuki, sebaiknya bisa dilakukan apabila dibangun di Sulawesi atau Kalimantan yang belum memiliki jalur kereta api. Pasalnya di Pulau Jawa sudah memiliki jaringan kereta api sendiri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon